Selasa, 25 Mei 2010 13:16 WIB Sepak Bola Share :

Inggris kesulitan adaptasi jabulani

London–Bola resmi Piala Dunia 2010, jabulani, ternyata belum membuat nyaman kontestan. Inggris contohnya. Meski gelaran di Afrika Selatan kurang dari sebulan, pelatih Inggris, Fabio Capello mengaku kesulitan beradaptasi dengan jabulani.

Saat berlatih di Irdning, Austria, kata Capello, bola tersebut sulit dikendalikan. Padahal, Irdning merupakan kawasan dataran rendah. Capello menduga, bola akan lebih sulit dikendalikan saat Inggris menghadapi Amerika Serikat pada partai perdana Piala Dunia di Rustenburg, yang memiliki ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut.

“Kami memilih Austria sehingga para pemain bisa mempelajari bolanya. Tapi ternyata jauh dari bayangan semula,” tukas Capello di Daily Mirror seperti dilansir goal.com, Senin (24/5).

“Irdning tidak setinggi Johannesburg atau Rustenburg, tapi pergerakan bola masih terus kami pelajari. Inilah kenapa para pemain menggunakan bola itu setiap hari karena akan sangat penting saat turnamen.”

“Saya lihat bolanya melaju cepat dan pemain sulit mengendalikannya. Bagi kiper lebih susah lagi, karena bolanya terus bergerak. Untuk inilah kami menggelar sesi tembakan untuk melatih para kiper, untuk mempersiapkan para pemain tentang arah serta laju bola.”

Soal Wembley

Selain mengeluhkan jabulani, Inggris juga menyoal lapangan di Stadion Wembley yang dipakai untuk laga pemanasan melawan Meksiko pada Senin dini hari WIB.

Buruknya permukaan lapangan Wembley sesungguhnya sudah sejak lama dikeluhkan. Pada Februari lalu, pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, dibuat kesal karena dia harus kehilangan Michael Owen karena mendapat cedera saat bermain di stadion keramat Inggris itu.

Pernyataan serupa sempat dilontarkan Rio Ferdinand. Dia dengan keras mengkritik pihak pengelola yang kerap menggunakan stadion tersebut sebagai venue untuk beragam acara yang tak ada kaitannya dengan sepak bola.

“Itu seharusnya merupakan stadion sepak bola, begitulah fungsinya saat dibangun. Ada banyak stadion di seluruh dunia digunakan untuk beberapa hal yang berbeda dan itu terlihat seperti sesutau yang tak salah,” seru Ferdinand di Timesonline.

Situasi membahayakan tersebut juga diperingatkan oleh Gary Taylor-Fletcher. Akhir pekan lalu Fletcher mengalami cedera seusai mengantar Blackpool menjalani pertandingan playoff di Wembley untuk mendapat tiket promosi ke Liga Premier.

“Saya memakai tiga pasang sepatu pada Sabtu kemarin dan keseluruhan sepatu tersebut semuanya selip atau terjebak di rumput.”

“Mereka harus berhati-hati. Satu kali terpelset saja dan semuanya bisa berakhir buat mereka. Saya adalah korban lain dari lapangan Wembley yang terkenal itu. Saya dua kali terkilir di pergelangan kaki, dan di kesempatan yang kedua sudah cukup untuk menghentikan permainan saya,” ujar Fletcher di DailyMail.

JIBI/SOLOPOS/ono

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…