Selasa, 25 Mei 2010 13:12 WIB Sepak Bola Share :

Dua kamar mandi dan 6 PS untuk Maradona...

Ada-ada saja yang dilakukan pelatih Argentina yang penuh kontroversial, Diego Maradona. Setelah sebelumnya melindas seorang juru kamera dan memakinya, kini sang legenda Argentina itu meminta dibuatkan toilet khusus di kamp latihan mereka di Afrika Selatan.

Tidak berhenti sampai disitu, ia meminta toilet bidet yang dibuat khusus untuk dirinya itu sebanyak dua unit.

Mungkin pepatah tamu adalah raja tidak hanya dikenal di Indonesia, sehingga pemegang otoritas Piala Dunia pun langsung meminta pihak penyelenggara untuk segera membuatkan kamar mandi seperti yang diminta sang legenda. Pastinya kamar mandi khusus bagi El Diego harus dibuat dengan standar tinggi.

Manajer High Performance Center di Pretoria, Colin Stier, menyatakan permintaan Maradona sudah dilaksanakan dan dalam tahap penyelesaian. “(Bidet) merupakan hal yang lazim di Argentina namun tidak di sini,” ujar Stier kepada The Daily Mail, Senin (24/5).

“Akhirnya kami harus mengubah kursi toilet yang memiliki nosel bidet. Namun agar bisa dipasang kami harus mengubah keseluruhan kamar mandi. Tentu kami senang melakukannya, jika membuat Diego merasa nyaman,” paparnya lagi.

Ternyata, permintaan dua kamar mandi khusus bukanlah permintaan terakhir Si Tangan Tuhan, Maradona juga meminta disediakan enam buah Playstation dan ruangannya di cat warna putih.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) melaporkan bahwa menu yang disediakan untuk skuat harus terdiri dari 14 macam salad di setiap sajian. Untuk menu makan malam harus dilengkapi dengan setidaknya tiga macam makanan pencuci mulut. Anggota skuat Tim Tango juga mendapat es krim yang siap diantar kapan saja saat diminta.

Tapi, permintaan macam-macam ini tak hanya dilakukan oleh tim Argentina saja. Seperti juga Brazil. Tim Samba ini meminta agar kolam renang mereka dipanaskan hingga suhunya tepat 32 derajat celcius, sementara dua koki Portugal ikut kemana saja tim itu pergi.

Lain lagi dengan Meksiko yang meminta agar disediakan pendeta khusus, sedang Italia membawa sendiri piranti olahraga dan pasta mereka langsung dari Roma.

JIBI/SOLOPOS/kha

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…