Selasa, 25 Mei 2010 16:25 WIB News Share :

Ditemukan, Dinosaurus campuran sapi dan buaya

Jakarta —Peneliti Museum New Mexico menemukan dua fosil makhluk yang diperkirakan adalah nenek moyang dinosaurus awal berbentuk hybrid antara sapi, buaya dan armadillo.

Berkat tulang belulang yang masih utuh, hewan zaman Triassic akhir yang dikenal sebagai aetosaurus yakni reptil yang hidup berdampingan dengan dinosaurus awal, mengungkap fakta lebih jelas.

Fosil baru tersebut menjelaskan sebuah hewan yang berpenampilan dan berperilaku layaknya hybrid gabungan sapi, buaya dan armadillo.

Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Vertebrate Paleontology edisi terbaru, memberikan petunjuk kepada lahirnya sebuah makhluk reptil yang disebut Typothorax sebagai salah satu herbivora terbesar, sebelum era dinosaurus yang kemudian mendominasi planet.

Dipercaya bahwa dinosaurus hidup antara 230 hingga 200 juta tahun lalu dan seringkali berusaha menghindari Typothorax sepanjang 2,4 meter dan berat 101,5 kg, yang tubuhnya berlapis tebal dan benjolan besar tajam layaknya paku raksasa.

“Sebagian besar dinosaurus yang dikenal manusia, seperti yang berukuran ayam Kalkun-Coelophysis, terlalu kurus untuk menjadi santapan Typothorax,” ujar Matthew Celeskey kepada Discovery News.

Celeskey, seorang desainer dan ilustrator di Museum Sains dan Sejarah Alam New Mexico Amerika Serikat menjelaskan bahwa pada era Triassic akhir, grup archosaurus yang telah punah bercabang dua menjadi dinosaurus dan turunannya di kelompok pertama dan nenek moyang buaya di kelompok kedua. Typothorax dan aetosaurus punah.

Dua spesimen Typothorax yang ditemukan oleh Paul Sealey dan Scott Sucher di Badlands New Mexico menunjukkan bahwa tubuh dari hewan tersebut lengkap terbungkus dari kepala hingga jempol kaki oleh tonjolan layaknya pedang terbuat dari tulang, bahkan hingga kloaka dan area genital pun tertutupi.

inilah/isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…