Selasa, 25 Mei 2010 21:29 WIB Tokoh Share :

Din tutup 3 akun Facebook gara-gara kontes gambar Nabi Muhammad

Jakarta–Usaha-usaha untuk memprovokasi umat Islam seperti halnya melalui kontes menggambar Nabi Muhammad di Facebook akan terus terjadi. Oleh sebab itu, umat Islam diimbau untuk tidak  bersikap reaksioner, karena tidak akan menyelesaikan masalah.

“Saya kira itu orang gila yang sengaja memprovokasi umat Islam dan itu akan terus menerus  terjadi. Maka umat Islam nggak usahlah bersikap reaksioner apalagi melampaui batas,” kata  Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Hal itu disampaikan dia usai bertemu dengan Wakil Presiden Boediono untuk menyampaikan undangan menutup Muktamar Satu Abad Muhammadiyah 3-8 Juli 2010 mendatang di Kantor  Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/5).

Imbauan Din itu untuk menanggapi adanya kontes ‘Everybody Draw Mohammed Day’ di situs  pertemanan Facebook yang panen protes beberapa waktu lalu. Permasalahan tersebut kini sudah sedikit mereda.

“Hal-hal kayak begitu akan terus terjadi, sengaja untuk membangkit-bangkitkan emosi umat Islam. Umat Islam tidak usah bereaksi berlebihan. Protes juga mereka akan ketawa-ketawa saja  mereka nanti,” lanjut Din.

Menurut Din, cara terbaik dalam menanggapi kontes menggambar Nabi Muhammad itu adalah dengan menutup akun Facebook masing-masing bila mempunyai. Din mengaku telah menutup tiga akun Facebook-nya sejak publikasi lomba itu mencuat.

“Karena itu di Facebook, ya, berhenti saja punya Facebook. Saya kebetulan punya 3 akun langsung saja saya tutup,” jelas Din.

Dengan menutup akun Facebook, pengelola situs tersebut akan menderita kerugian, sehingga berpikir untuk tidak memuat konten-konten berbau SARA lagi.

“Kalau itu lewat sarana seperti Facebook, ya, nggak usah berlangganan. Biar Facebook-nya rugi. Karena begitu saya tutup Facebook mengundang terus itu kapan bisa kembali,” tutup Din sambil tertawa.

dtc/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…