Selasa, 25 Mei 2010 11:35 WIB News Share :

AS desak China ambil tindakan terhadap Korut

Beijing–Amerika Serikat (AS) mendesak pemerintah China untuk bersama-sama mengambil tindakan terhadap Korea Utara (Korut). Desakan itu disampaikan AS di tengah meningkatnya ketegangan antara Korsel dan Korut menyusul tenggelamnya kapal perang Korsel.

“Sekarang kita menghadapi tantangan serius lainnya yang dipicu oleh tenggelamnya kapal Korsel,” kata Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dalam lawatannya ke Beijing, China.

“Jadi kita harus kembali bekerja sama untuk mengatasi tantangan ini dan memajukan tujuan bersama kita akan perdamaian dan stabilitas,” imbuh mantan ibu negara AS itu seperti dilansir New York Times, Selasa (25/5).

Sebelumnya Hillary bahkan menyebut situasi keamanan di wilayah Korea saat iniĀ  “sangat berbahaya”. Hingga kini pemerintah China bersikap untuk tidak berpihak kepada siapapun. Pemerintah Beijing bahkan terus menyerukan semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri.

Ketegangan antara Korsel dan Korut meningkat setelah pekan lalu tim investigasi multinasional menyatakan Korut bertanggung jawab atas tenggelamnya kapal perang Korsel, Cheonan pada Maret lalu. Menurut tim internasional tersebut, kapal Cheonan tenggelam akibat serangan torpedo Korut. Sebanyak 46 pelaut Korsel tewas dalam peristiwa itu.

Atas laporan tim internasional itu, pemerintah Korsel langsung mengumumkan sejumlah tindakan untuk menghukum Korut. Termasuk menghentikan semua perdagangan dengan negeri komunis itu.

Pemerintah Korut pun berang dengan tuduhan itu. Pyongyang membantah telah menyerang kapal Cheonan. Korut bahkan menuding Korsel telah merekayasa bukti sebagai dalih untuk memancing perang dengan negara itu.

Pemerintah AS telah menyatakan dukunganya kepada Korsel atas konflik ini. AS dan Korsel akan melakukan latihan militer gabungan dalam waktu dekat. Menurut juru bicara Pentagon Bryan Whitman, latihan berskala besar itu dimaksudkan untuk menguji kesiapan kedua negara di tengah memanasnya situasi.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…