Selasa, 25 Mei 2010 15:33 WIB News Share :

170 Juta penduduk akan dapat e-KTP gratis


Jakarta–
Sebanyak 170 juta penduduk Indonesia akan mendapatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) secara gratis. Pemerintah menargetkan pembuatan e-KTP itu akan rampung pada akhir tahun 2012 mendatang.

“Kita memperkirakan bisa 170 juta orang akan punya e-KTP itu,” kata Menteri Dalam  Negeri Gamawan Fauzi usai pembukaan Rapat Kerja Nasional Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (25/5).

Dana yang diperlukan untuk membuat KTP tersebut, kata Mendagri, saat ini belum ditetapkan. Nantinya, pemerintah akan menggunakan sistem tender untuk mencetak
KTP elektronik.

“Coba bayangkan saja kalau 170 orang kalau harga  e-KTP US$ 1 saja, itu sudah US$ 170 juta kan? Kalau US$ 2 semuanya US$ 340 juta dollar,” tandas Gamawan.

Teknologi e-KTP itu, lanjut dia, akan memakai sidik jari atau finger print untuk menghindari praktek penggandaan dan pemalsuan. Hingga saat ini, praktek tersebut  masih marak terjadi di mayarakat.

“Masih banyak yang memiliki dokumen kependudukan terutama KTP yang  digandakan
dan palsu,” jelas mantan Gubernur Sumatera Barat itu.

Hanya saja, untuk pembuatan e-KTP itu pemerintah masih menunggu selesainya program nasional Nomor Induk Kependudukan (NIK). Semua penduduk Indonesia, dari
lahir sampai mati, akan memegang satu NIK. Pemerintah telah menggelontrkan dana
Rp 258 yang didistribusikan ke semua kabupaten/kota.

“Kalau sensus nanti menunjukkan kita 235 juta, maka kita akan punya 235 NIK. Kemudian yang lahir baru akan terus bergerak dengan NIK,” tutupnya.

dtc/isw

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…