Senin, 24 Mei 2010 17:49 WIB Wonogiri Share :

Rekomendasi resmi DPP PDIP ditunggu

Wonogiri (Espos)–Mantan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Wonogiri, Mh Zaenudin menyatakan keputusan DPP PDIP terkait rekomendasi Cabup-Cawabup mestinya sudah melalui pertimbangan yang cukup banyak dan semua kader hendaknya mematuhi. Menurutnya, sinyal Ketum DPP PDIP Megawati yang akan memberikan rekomendasi kepada pasangan Sumaryoto-Begug Poernomosidi juga dinilai pas.

“Kami berharap, surat rekomendasi resmi hitam diatas putih segera turun sehingga semua kader bisa melakukan sosialisasi. Pernyataan Megawat saya nilai sudah melalui mekanisme dan pertimbangan tersendiri yang hanya orang DPP yang mengetahui,” ujar Zaenudin, Senin (24/5).

Saat ditemui Espos di ruang Komisi IV DPRD Wonogiri, Zaenudin, Cawabup yang mengundurkan diri karena pasangannya mendaftar ke partai lain menyatakan, kebijakan DPP tidak ‘ngawur’. Bagaimana dengan pernyataan Megawati agar keduanya saling memaafkan, apakah keduanya ada persoalan serius? Zaenudin menyatakan soal urusan pribadi kedua calon dirinya tidak tahu.
“Harus ada pembedaan antara kepentingan pribadi dan partai. Jika ada persoalan pribadi yang tahu pribadi masing-masing dan memang secara wacana umum keduanya dikabarkan berseteru. Tapi apakah berseteru betul atau tidak yang tahu keduanya.”

Lebih lanjut Zaenudin yang kini sebagai Ketua Komisi IV DPRD Wonogiri menjelaskan, pola pikir grassroot dengan DPP memang berbeda. “Jadi akan lebih pas jika surat rekomendasi itu segera turun, sehingga bisa segera disosialisasikan. Kami sendiri tidak berharap karena sudah mundur.”

Bagaimana jika satu di antaranya tidak mau? Zaenudin mengatakan partai ada mekanismenya dan DPP segera mencari pengganti, karena tahapan Pilkada jalan terus.

tus

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…