Senin, 24 Mei 2010 16:37 WIB Ekonomi Share :

Permintaan timah dunia naik 15% di 2010

Jakarta--Permintaan timah di pasar internasional diperkirakan akan naik sekitar 10 hingga 15 persen pada tahun ini. Namun, industri timah tetap mewaspadai adanya krisis Yunani yang akan memberikan dampak terhadap industri tersebut.

“Dari tahun lalu permintaan timah naik 10 sampai 15 persen. Artinya sekarang kita kembali ke posisi tahun 2008,” ujar Direktur Utama PT Timah Tbk Wachid Usman di sela acara seminar pertambangan di Hotel Ritz Carlton, kawasan SCBD, Jakarta, Senin (24/5).

Ia menyatakan permintaan timah pada tahun 2009 tercatat sekitar 290 ribu ton, sementara pada tahun ini diperkirakan mencapai 310 ribu ton sampai 320 ribu ton. “Ekspor sudah bagus, harga timah membaik, permintaan juga meningkat. Sekarang ini perekonomian sudah mulai pulih,” katanya.

Namun, salah satu hal yang harus diwaspadai oleh industri timah dunia pada tahun ini adalah adanya krisis Yunani yang akan memberikan dampak terhadap industri itu.

“Tapi kita belum tahu bagaimana dampaknya dari krisis Yunani. Biasanya kalau krisis seperti itu, dalam dua sampai tiga bulan dampaknya baru sampai ke kita sebagai negara penyedia sumber daya alam ” ungkapnya.

Meskipun permintaan dunia cenderung meningkat, namun Timah tetap mematok target produksi pada tahun ini tetap di level 50 ribu ton. “Kebutuhan dalam negeri kan hanya tiga persen saja,” kata dia.

Ia menyatakan, saat ini perseroan masih terus fokus dalam mengembangkan produk hilir dari timah yang dihasilkannya. Rencananya pabrik Tin Chemical yang dibangun perseroan akan mulai memasuki tahap uji coba (commisioning) pada bulan depan dan berproduksi pada tahun ini.

“Untuk produksi awalnya saya belum bisa hitung berapa. Tapi untuk kapasitasnya sekitar 10.000,” kata dia. Rencananya hasil produksi dari pabrik itu akan diekspor ke Korea, Jepang, Amerika Serikat, dan Taiwan karena pasar domestik masih belum bisa menyerapnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…