Senin, 24 Mei 2010 15:46 WIB Klaten Share :

Penggunaan Ferinsa hemat pupuk kimia 50%


Klaten (Espos)-
-Kalangan petugas penyuluh lapangan (PPL) Kecamatan Jatinom membuktikan bahwa penggunaan fermentasi urine sapi (Ferinsa) pada tanaman mampu menghemat penggunaan pupuk kimia sebanyak 50% dari biasanya.

Koordinator PPL Kecamatan Jatinom, Umaiyyah kala ditemui Espos di kantornya, Senin (24/5) mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya melakukan ujicoba penggunaan Ferinsa pada sejumlah tanaman. Beberapa tanaman itu meliputi padi, jagung, kobis, cabai, dan tomat.

Hasilnya, penggunaan Ferinsa tersebut mampu menghemat penggunaan pupuk kimia 50% dari biasanya. “Untuk satu hektare tanaman jagung, biasanya dibutuhkan sebanyak 200 kg pupuk urea dan 300 kg pupuk majmuk. Setelah kami menggunakan Ferinsa, kami hanya butuh 100 kg pupuk urea dan 150 kg pupuk majmuk,” ujar Umaiyyah didampingi PPL, Heru Sriyanto.

Umaiyyah menjelaskan, penggunaan Ferinsa juga terbukti meningkatkan kualitas hasil panen. Menurutnya, penggunaan Ferinsa pada tanaman tomat mampu membuat buahnya berukuran lebih besar dan tahan lama. “Daging buah tomatnya lebih kenyal dan tidak mudah busuk meski tidak disimpan di dalam kulkas,” papar Umaiyyah.

mkd

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…