Senin, 24 Mei 2010 13:47 WIB Hukum Share :

Keluar penjara, Napi dibekali kartu ATM

Jakarta–Terobosan baru dilakukan pemerintah. Melalui Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, pemerintah mengusahakan narapidana bisa mendapatkan masa depan yang cerah.

Patrialis menyebutkan, selain jaringan kerja melalui perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dia juga mengusahakan agar narapidana yang bebas memiliki modal kerja.

“Kami sudah membangun link dengan 100 perusahaaan BUMN agar narapidana yang keluar nanti punya kartu ATM (anjungan tunai mandiri),” kata Patrialis di Gedung PPATK, Jakarta, Senin (24/5).

Konsep ini, menurut dia, sudah dilokakaryakan (seminar) untuk menjaring pendapat dari berbagai kalangan. Bekal buku tabungan dan kartu ATM diusahakan, karena saat napi keluar diniatkan agar tidak lagi kembali ke penjara.

“Kami ingin mereka itu pulang, keluarga sambut, ‘Ayah, bisa belikan kamu sepatu nak juga makan daging,” kata Patrialis memberi perumpamaan.

Ide ini disampaikan agar masyarakat juga tergelitik bahwa setiap napi itu adalah manusia dan punya keluarga. Selama ini, Patrialis melanjutkan, napi dianggap seperti ‘sampah’ masyarakat. Mereka yang keluar dari penjara tidak lagi mendapatkan hati, apalagi sebuah pekerjaan.

“Jadi konsep kami ke depan, kami ingin mereka mendapat kesempatan,” kata Patrialis.

Patralis juga mengakui, pihaknya sudah melakukan sejumlah terobosan, di antaranya meminta kepada Presiden agar peraturan pemerintah yang digunakan sebagai dasar aturan memungut penghasilan narapindana dihapuskan. Peraturan ini, menurut dia, tidak baik karena mereka itu adalah warga binaan.

“Jadi, nanti upah narapidana itu akan masuk ke buku tabungan dan ATM ini. Kami sudah bicarakan dengan perusahaan BUMN, pengusaha besar dari Kadin (Kamar Dagang dan Industri), dan sebagainya,” tuturnya.

Patralis tidak menginginkan napi yang keluar dari penjara dimaki-maki dan tersisih. Konsep yang digulirkan Patrialis itu selama ini tidak ada.

vivanews/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…