Senin, 24 Mei 2010 15:53 WIB Sragen Share :

Harga elpiji naik, Pemilik pangkalan resah

Sragen (Espos)–Sejumlah pangkalan elpiji di Bumi Sukowati mengaku resah dengan rencana kenaikan harga elpiji kemasan 12 kg dan 50 kg sebesar Rp 1.000/kg dari PT Pertamina. Para pemilik pangkalan elpiji meminta PT Pertamina tidak menaikan harga elpiji.

Mereka justru meminta harga elpiji diturunkan, karena mahalnya harga elpiji berdampak rendahnya daya beli masyarakat. Pemilik pangkalan elpiji Sragen, Sri Nur Rony mengaku belum mengetahui rencana kenaikan harga elpiji kemasan 12 kg dan 50 kg. Jika memang rencana PT Pertamina itu direalisasikan, ujarnya, bakal berpengaruh pada pelanggan. Menurut dia, mereka diperkirakan bakal mengeluh dengan harga yang mahal dan kemungkinan bakal berpindah ke kemasan tiga kilogram.

Senada disampaikan Bayu, 40, pemilik pangkalan elpiji di Ringinanom, Sragen. Menurut dia, daya beli konsumen untuk elpiji kemasan 12 kg cukup sepi. Apalagi dengan adanya rencana kenaikan harga elpiji senilai Rp 1.000/kg maka akan banyak konsumen yang lari ke kemasan kecil.

“Dulu omset untuk penjualan elpiji 12 kg cukup tinggi, karena memang belum ada saingannya. Namun dengan munculnya elpiji bersubsidi, banyak konsumen yang lari ke elpiji berukuran tiga kilogram itu,” katanya.

Menurutnya  dengan rencana kenaikan harga elpiji justru dikhawatirkan banyak pelanggan yang lari. Sampai saat ini saja penurunan daya beli masyarakat mencapai 50% lebih. Perbandingannya bisa 1:3 antara elpiji bersubsidi dengan elpiji 12 kg.

trh

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…