Senin, 24 Mei 2010 14:01 WIB News Share :

Hakim tolak gugatan Raymond

Jakarta–Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan tersangka kasus judi Raymond Teddy H terhadap Republika dan detikcom terkait kasus judi di Hotel Sultan.

Hakim Haswandi menolak seluruh gugatan yang diajukan Raymond. “Menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya dan meminta penggugat membayar biaya perkara ini,” kata Haswandi dalam persidangan di PN Jaksel, Jl Ampera, Senin (24/5).

Perbuatan tergugat, lanjut Haswandi, tidak bertentangan dengan UU, dan tidak melanggar asusila, dan tidak bertentangan dengan azas kepatutan, ketelitian, dan kehati-hatian.

“Dengan demikian pendapat penggugat tidak dapat dibuktikan. Dengan demikian gugatan penggugat haruslah dinyatakan ditolak untuk seluruhnya. Maka penggugat harus dihukum untuk membayar sidang ini,” tutup Haswandi.

Pada Oktober 2008 Mabes Polri menetapkan Raymond sebagai tersangka kasus judi di Hotel Sultan. Beberapa tersangka kini telah divonis bersalah oleh pengadilan. Anehnya, berkas Raymond belum juga maju ke pengadilan, setelah bolak-balik Kejaksaan – Polri.

Di lain sisi, akibat pemberitaan sejumlah media yang menyebut Raymond sebagai tersangka, ia menggugat tujuh media. Raymond merasa keberatan disebut tersangka dan penyelenggara judi. Ke-7 media tersebut adalah Republika dan detikcom digugat di PN Selatan, Suara Pembaruan di PN Jakarta Timur, Warta Kota dan Koran Sindo di PN Jakarta Pusat, dan RCTI dan Kompas di PN Jakarta Barat.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…