Senin, 24 Mei 2010 14:16 WIB News Share :

Gunawan diultimatum untuk PK

Jakarta–Gunawan Santoso diultimatum dalam waktu dua bulan untuk segera melakukan upaya hukum khusus. Bila tidak dilakukan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara akan segera melakukan eksekusi mati.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kepala Kejari Jakarta Utara, Andar Perdana saat dihubungi, Senin (24/5).  “Kalau dalam waktu 2 bulan tidak melakukan upaya hukum luar biasa seperti grasi atau peninjauan kembali (PK), kita akan melakukan persiapan pelaksanaan hukuman mati,” katanya.

Pendapat hukum Mahkamah Agung (MA) sudah jelas. Karena itu pihak Kejari telah mengirimkan surat ke pihak Gunawan untuk segera melakukan upaya hukum tersebut. “Ini demi kepastian hukum,” ujarnya.

Gunawan Santosa terpidana bos pembunuhan bos Asaba dikenal licin seperti belut. Beberapa kali, terpidana mati ini lolos dari tahanan. Pada awal 2009 lalu Kejagung sudah mengirimkan surat pemberitahuan, agar Gunawan segera melakukan upaya hukum, namun belum ada jawaban dan kepastian hingga kini.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…