Senin, 24 Mei 2010 18:43 WIB Ekonomi Share :

Era pasar bebas di pasar keuangan berakhir

Washington–Senat AS menyetujui UU reformasi finansial yang mengatur pasar keuangan negara itu, Wall Street. Ini adalah repson Obama atas kekacauan ekonomi yang ditimbulkan oleh terlalubebasnya pasar keuangan.

Sebanyak 59 suara setuju dan 39 berkata sebaliknya. Empat anggota partai oposisi, Republik, memberikan suaranya. Sementara dua Demokrat menolak dengan alasan aturan itu tak cukup kuat, dari total 59 anggota Senat yang berasal dari partai ini.

“UU yang kita loloskan ini akan mengakhiri dana talangan yang menggunakan uang rakyat. Sehingga akan ada transparansi dan akuntabilitas untuk Wall Street,” ujar dua Senator Demokrat dari Colorado, Michael Bennet dan Mark Udall.

UU tersebut diajukan oleh Presiden AS Barack Obama dan didukung oleh partainya, Partai Demokrat. Tujuannya, untuk memperketat regulasi finansial pascakrisis 2008 lalu. Senat AS telah merestuinya secara resmi, per 20 Mei 2010.

Beberapa poin penting. Di antaranya, mencegah lebih banyak dana talangan (bailout) karena sebuah kepercayaan yang dikenal sebagai ‘too big to fail’. Artinya, perusahaan itu dianggap besar dan bila gagal akan berdampak luas.

Kemudian melindungi konsumen, terutama kredit perbankan. Sehingga tak ada lagi yang bangkrut karena kredit perumahan (home mortgage) maupun yang sederhana seperti kartu kredit. Regulasi untuk poin ini juga didukung oleh Bank Sentral AS The Fed.

Selanjutnya membuat peraturan yang disebut ‘Volcker Rule’ yang diciptakan Obama bersama salah satu penasihatnya, mantan Gubernur The Fed Paul Volcker. Segala macam perdagangan yang beresiko tak lagi diizinkan, terutama yang tidak berhubungan dengan kebutuhan nasabah.

Meregulasi dan mengurangi resiko pasar derivatif. Hal ini dipercaya membantu mencegah krisis finansial, terutama karena saat ini belum ada regulasi mengenai derivatif. Instrumen ini seringkali disebut kompleks dan membingungkan bagi sejumlah investor.

“Pelolosan UU ini merupakan salah satu pencapaian besar lagi dari Gedung Putih. Resesi yang baru saja kita lewati lebih banyak disebabkan oleh kurangnya tanggung jawab dan akuntabilitas dari Wall Street ke Washington. Sebab itulah reformasi Wall Street menjadi salah satu prioritas penting saya,” pungkas Obama.

inilah/isw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…