Senin, 24 Mei 2010 11:59 WIB Hukum Share :

Dicekoki Miras, ABG digilir 3 pemuda hingga hamil

Malang–Setelah buron beberapa bulan, Alex Septriandi,22, Warga Desa Sonosari, Malang, Minggu malam (23/5), ditangkap Tim Buser Polres Malang. Alex ditangkap di rumahnya saat sedang tidur . Buruh pabrik rokok itu, tak mengelak saat diamankan Polisi.

Menurut Alex, dirinya kabur usai menggagahi Bunga (bukan nama sebenarnya) akhir Desember 2009 . Bersama dua temannya, Bunga digilir bergantian setelah lebih dulu diberi minuman keras.

“Saya cuma sekali saja Pak. Yang lebih dulu melakukan hubungan intim itu adalah Wawan dan Erwin,” ungkap Alex saat diperiksa penyidik Polres Malang seperti dikutip dari inilah.com, Senin (24/5).

Pemerkosaan bermula saat Alex menelepon Bunga sore hari. Pada Bunga, Alex mengatakan ingin mengajak jalan-jalan. Sekitar pukul 19.00, Alex akhirnya mengajak Bunga ke lahan kosong di belakang Kantor Pos Kebonagung, Pakisaji, Kabupaten Malang.

Di tempat itu, Alex dan Bunga menggelar tikar. Tak lama kemudian, datang Wawan dan Erwin yang kini masih dalam pengejaran polisi.

Erwin lalu pergi membeli minuman keras, kemudian, dua botol minuman keras itu diminum ramai-ramai. Bunga sebenarnya enggak mau minum. Namun, karena dipaksa Alex, ia pun tak kuasa menolak.

Rupanya, hal itu sudah direncanakan Alex dan dua temannya. Karena terlalu banyak minum, membuat kesadaran Bunga jadi limbung.

Bunga yang tinggal di daerah Kacuk, Kota Malang, akhirnya digilir ketiga pemuda itu. Aksi itu baru dihentikan ketiganya setelah Bunga sudah tidak sadarkan diri.

Menurut Alex, Wawanlah yang menggagahi Bunga pertama kali. Karena pada saat itu, ia keluar sebentar untuk membeli rokok.

“Saat saya pamit beli rokok, belum ada hubungan intim itu Pak. Waktu saya kembali, ternyata Wawan sudah menindih tubuh Buga. Selanjutnya Erwin dan baru saya yang terakhir,” papar Alex .

Atas perbuatan ketiga pemuda itu, Bunga hamil 4 bulan. Mengetahui anak gadisnya jadi budak nafsu tiga pemuda mesum, orang tua Bunga akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Malang dan hingga berhasil membekuk satu pelakunya.

inilah/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…