Senin, 24 Mei 2010 09:54 WIB Ekonomi Share :

2.158 Sapi impor ilegal asal Australia disita

Jakarta–Sebanyak 2.158 sapi ilegal dari Australia ditahan oleh Kementerian Pertanian saat baru digiring turun dari kapal Livestock Express Short Horn. Dokumen impor sapi-sapi tersebut diketahui telah kadaluarsa.

Kapal pengangkut sapi itu berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Minggu (23/5), kemarin. Pada saat yang sama, Menteri Pertanian Suswono sedang melakukan sidak ke pelabuhan tersebut.

Menurut rilis Kementerian Pertanian, Suswono, awalnya dihalang-halangi masuk ke dalam kapal oleh ABK berlogat Australia. Namun, akhirnya ia dapat mengecek seluruh isi kapal.

Saat memeriksa dokumen Surat Persetujuan Pemasukan Sapi Impor (SPP), diketahui bahwa SPP tersebut telah lewat waktu alias kadaluarsa pada 30 April lalu. Pemilik kapal berkilah SPP itu baru diurus, nanun Mentan tidak percaya.

“Wah, SPP ini sudah kedaluwarsa. Berarti kapal ini adalah sapi impor ilegal. Karena ilegal, Karantina Pertanian harus menahan sapi-sapi ilegal ini di tempat penyimpanan sementara,” kata Suswono seperti dilansir detik.com, Senin (24/5).

Menurut Suswono, masuknya sapi impor ilegal amat disayangkan. Sebab, hal itu dapat merusak pasar di Indonesia dan tentu saja merugikan usaha peternakan rakyat.

Terhadap perusahaan pelaku impor ilegal, Kementan akan menindak tegas. Sanksinya bisa berupa perintah untuk reekspor, tindakan pemusnahan, rekomendasi pencabutan izin usaha, hingga pencabutan API-U (Angka Pengenal Impor Umum).

rif

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…