Minggu, 23 Mei 2010 20:47 WIB Issue Share :

Yayasan Gesang kebut pembuatan biografi sang maestro

Solo (Espos)–Setelah kepergian Gesang Martohartono, Kamis (20/5) silam, Yayasan Gesang secepat mungkin akan menyelesaikan pembuatan biografi sang maestro keroncong. Biografi itu sebenarnya sudah mulai dibuat sejak 2009 silam. Biografi ini, sekaligus untuk meluruskan berbagai pernyataan yang muncul mengenai latar belakang pencipta lagu Bengawan Solo itu.

“Biografi Gesang memang belum rampung dibuat. Tapi tetap akan kami teruskan untuk meluruskan kesimpangsiuran mengenai identitasnya,” ujar Ketua Yayasan Gesang, Didit Bagus Pratondo saat dijumpai Espos, Minggu (23/5), di rumah Gesang Jl Bedoyo nomor 5 Kemlayan, Serengan, Solo.

Didit mencontohkan, selama ini di sebagain media dan pernyataan yang mengemuka di publik kalau Gesang pernah menikah dua kali. Padahal, lanjut Didit, menurut saksi hidup yang tidak lain adik-adik Gesang kalau pencipta Jembatan Merah hanya menikah satu kali yaitu dengan Sawaliyem.  “Dalam biografi itu, banyak pernyataan dari almarhum secara langsung sebelum beliau wafat. Juga akan diperkuat dengan pernyataan kerabat terdekat,” imbuh Didit.

Belum terselesaikannya pembuatan biografi Gesang oleh Yayasan Gesang salah satunya terkendala faktor biaya. Karena selama ini, dana tersebut hanya mengandalkan dari para donatur.
“Tapi Yayasan Gesang akan mengupayakan agar biografi tersebut bisa segera terselesaikan, kalau bisa 1 Oktober nanti, tepat hari ulang tahun Gesang sudah bisa selesai,” imbuh Didit yang juga salah satu keponakan Gesang tersebut.

Yayasan Gesang tak menampik, jika selama ini memang sudah ada beberapa penulis dan penerbit yang mengisahkan tentang perjalanan hidup sang maestro keroncong yang hidup tanpa memiliki anak kandung tersebut. Tapi, dari buku-buku yang ada, menurut Didit, masih belum begitu komplit dan mendetail.
Sementara itu, adik Gesang, Kayati, 77, menyatakan kalau setiap malam hari di rumahnya di Jl Bedoyo nomor 5 masih rutin digelar tahlilan. Acara itu antara lain diikuti warga dan kerabat sekitar, serta anggota kelompok pengajian. Sedangkan, mengenai usulan Pemkot Solo agar Gesang mendapat gelar Pahlawan Nasional, Kayati pun berujar kalau keluarga besar Gesang akan mendukung  pemberian gelar itu.

hkt

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…