Minggu, 23 Mei 2010 17:51 WIB Klaten Share :

Soal bau limbah RSI Klaten, Komisi III turun tangan

Klaten (Espos)--Jajaran komisi III DPRD Klaten meninjau instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten pada Kamis (20/5) lalu.

Kedatangan mereka dilatarbelakangi oleh munculnya bau yang diduga berasal dari sistem penanganan limbah RSI yang sempat dikeluhkan warga beberapa bulan lalu.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Klaten, H Sri Sudibyo SE kepada Espos, Minggu (23/5), mengatakan pihak RSI Klaten sudah melakukan pembenahan dalam mengelola limbah baik padat maupun cair dalam beberapa bulan terakhir untuk menanggapi keluhan warga. Dia menjelaskan, beberapa langkah yang ditempuh pihak RSI Klaten antara lain meninggikan cerobong IPAL dan menggunakan jenis batuan dari lereng Merapi untuk menyaring air limbah. Hasilnya, bau limbah yang sempat dikeluhkan warga beberapa bulan lalu itu sudah tidak muncul lagi. “Kami sudah menanyakan langsung kepada beberapa warga yang berada di sekitar RSI. Kata warga, bau itu kali terakhir muncul sekitar lima bulan lalu,” ujar Sudibyo.

Sudibyo menjelaskan, teknologi IPAL yang diterapkan RSI sudah sesuai dengan standar sehingga aman bagi lingkungan. Menurutnya, sisa air dari hasil IPAL milik RSI Klaten bisa digunakan sejumlah ikan untuk hidup. Hal itu, kata Sudibyo, membuktikan bahwa air dari IPAL RSI Klaten tidak mengandung racun dan aman bagi lingkungan. “Kami sudah melihatnya sendiri. Ikan-ikan itu tetap bisa hidup meski berada di air hasil IPAL,” papar anggota dari Fraksi PKS ini.

mkd

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…