Minggu, 23 Mei 2010 16:48 WIB Solo Share :

Pembangunan selter BST Purwosari tuai protes

Solo (Espos)–Pembangunan selter Batik Solo Trans (BST) di depan Stasiun Purwosari menuai protes. Kalangan pengemudi becak merasa dirugikan atas pembangunan selter yang berdiri di atas trotoar tersebut. Selain itu, pembangunan selter itu juga berimbas pada digunakannya jalur lambat untuk pemberhentian BST.

Akibatnya, becak tidak dapat mangkal dan melintas di jalur lambat. Salah satu pengemudi becak, Ngadino menerangkan pembangunan selter BST di depan Stasiun Purwosari berbeda dengan selter BST di lokasi lain. Di lokasi tersebut, selter dibangun di atas trotoar.

“Hanya di sini, selter di bangun di atas trotoar. Otomatis, bus akan berhenti di jalur lambat. Padahal itu jalur untuk becak, sekaligus menjadi tempat mangkal becak. Kalau begini, pengemudi becak jelas sudah diabaikan kepentingannya,” terang Ngadino, saat ditemui wartawan, di lokasi setempat, Minggu (23/5).

Ngadino meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera bersikap. Satu-satunya jalan, sambung dia, adalah dengan menggeser letak selter BST tidak di trotoar. Seperti pembangunan selter di tempat lain, menurut Ngadino, shelter BST Purwosari juga lebih tepat dibangun di atas taman kota yang memang ada di sepanjang Jl Slamet Riyadi.

Di sekitar Stasiun Purwosari menurutnya terdapat 50-an pengemudi becak yang setiap hari mencari penumpang di lokasi itu. Ketika pembangunan selter dimulai, menurutnya, tidak ada satupun pengemudi becak yang mendapat pemberitahuan.

Penggunaan jalur lambat bukan untuk peruntukannya, diketahui melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 6/2005 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Koordinator Forum Koordinasi Keluarga Becak (FKKB) Solo, Sardi Ahmad mengaku saat ini tengah mempersiapkan pertemuan dengan para pengemudi becak di sekitar Stasiun Purwosari.

Dalam pertemuan itu akan dibahas tindakan yang diambil untuk menyampaikan keresahan para pengemudi becak akibat pembangunan selter di atas trotoar di depan stasiun. Sementara itu, informasi yang dihimpun Espos di lokasi, pembangunan selter BST di depan Stasiun Purwosari dilaksanakan dalam sepekan terakhir. Saat ini kerangka selter sudah berdiri .
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhungungan (Dishub) Yosca Herman Soedrajat berharap pembangunan 24 titik selter BST di solo rampung akhir Mei, sehingga sekitar pertengahan Juni, BST sudah beropeasi. BST rencananya terintegrasi dengan Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) dan bus Trans Jogja, dengan titik intergrasi di Stasiun Purwosari.

tsa

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…