Minggu, 23 Mei 2010 16:45 WIB Karanganyar Share :

Dana operasional penanggulangan flu burung dihentikan pusat

Karanganyar (Espos)--Program penanggulangan penyakit flu burung atau aviav influenza (AI) di daerah terancam tidak optimal, menyusul penghentian bantuan operasional petugas participatory diseases and surveillance responses (PDSR), per Mei 2010.

Sebagai gantinya, daerah hanya akan menerima bantuan untuk Petugas Veteriner Unggas Komersial (PVUK). Berbeda dengan PDSR yang lebih terfokus pada kasus-kasus flu burung di sektor peternakan IV atau backyard farm, penanggulangan AI dengan sistem baru akan memprioritaskan pada usaha-usaha peternakan berskala besar, dengan populasi minimal sebanyak 25.000 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar, Muh Hatta, dalam penjelasannya kepada wartawan menyebutkan dihentikannya bantuan operasional bagi PDSR dari pusat menuntut kemandirian daerah untuk penanganan AI. Pemkab harus mengalokasikan sendiri dana guna keberlanjutan program penanggulangan flu burung yang berorientasi ke sektor IV.

“Pembiayaan PDSR selama ini diberikan pusat bekerja sama dengan FAO (Food and Agricultural Organization). Tetapi per Mei 2010 sudah berakhir dan dialihkan ke PVUK yang fokus di commercial farm. Karena itu praktis untuk backyard farm daerah harus menganggarkan sendiri melalui APBD,” ungkapnya ditemui di ruang kerjanya, pekan lalu, didampingi petugas PDSR, drh Sutiyarmo.

Hatta mengemukakan, sebelum dihapuskannya bantuan operasional PDSR tahun ini, pemerintah pusat lebih dulu menghentikan suplai vaksin AI sejak tahun 2009 lalu. Sehingga dalam penanggulangan AI, kabupaten/kota hanya bisa meminta bantuan obat ke Provinsi jika tidak mampu menyediakan sendiri.

Dia menambahkan, meski pengalihan bantuan PDSR ke PVUK tidak serta merta membuat penanganan AI di peternakan unggas sektor IV dikesampingkan, pelaksanaannya sangat bergantung pada ketersediaan dana di APBD. Hal itu, ujarnya, mengingat faktor anggaran menjadi kendala utama operasional kegiatan, tidak terkeceuali untuk pembelian alat-alat kelengkapan dan obat yang diperlukan.

try

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…