Minggu, 23 Mei 2010 16:04 WIB Ekonomi Share :

Asosiasi kuliner bakal dibentuk

Solo (Espos)–Standarisasi produk hasil industri kuliner Soloraya khususnya yang digarap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dinilai masih lemah. Lemahnya standar produk ini lebih banyak disebabkan karena ketahanan modal dari pelaku UKM yang juga dinilai lemah.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo, Chandra Hartanto, sehingga ke depan Kadin akan memfasilitasi pelaku UKM kuliner di Kota Solo melalui berbagai program, termasuk rencana membentuk asosiasi kuliner. “Kami berencana memfasilitasi pembentukan asosiasi kuliner kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkot Solo. Karena selama ini asosiasi yang bisa menjadi payung bagi semua pelaku kuliner dari yang besar sampai yang kecil di Kota Solo belum ada,” tutur Chandra, saat ditemui Espos di sela-sela Festival Kuliner, Minggu (23/5).

Menurutnya, memahami pentingnya standarisasi produk kuliner terutama dari sisi kualitas akan berpengaruh terhadap pertumbuhan kuliner Kota Solo ke depan dan mampu menjadi sumber kesejahteraan bagi pelaku UKM kuliner. Dengan menerapkan standarisasi produk, lanjutnya, maka produk kuliner Kota Solo berpotensi masuk ke ritel-ritel besar.  Tentu, dengan pembinaan-pembinaan agar kemasan, servis dan sajian bisa lebih baik.

haw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…