Sabtu, 22 Mei 2010 18:21 WIB Solo Share :

TBR dianggap mbalelo, Mega siap gempur Sukoharjo

Solo (Espos)–Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarno Putri menegaskan siap menggempur dan mem-back up penuh kader partai banteng moncong putih dalam pertarungan Pilkada di Kota Makmur nanti.

Mega juga mengaku berang dengan sikap salah satu kader PDIP di Sukoharjo yang dianggap mbalelo setelah meloncat ke partai lain untuk bertarung dalam Pilkada. “Sukoharjo akan kita prioritaskan. Ayo, kita gempur Sukoharjo. Ini perintah ketua umum PDIP!” pekik Mega dalam acara ramah tamah di pelataran kediaman Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, Sabtu (22/5).

Dalam acara itu, hadir jajaran pengurus pusat PDIP hingga pengurus ranting PDIP Solo. Selain itu, juga hadir calon Bupati Sukoharjo dari PDIP Wardoyo Wijaya, serta bakal calon Bupati Wonogiri dari PDIP, Sumaryoto. Mega yang didampingi putrinya, Puan Maharani menegaskan bahwa rekemondasi PDIP bukanlah keputusan perorangan dari dirinya, tapi sudah menjadi keputusan bersama jajaran pengurus PDIP.

Dan sebagai kader yang baik, lanjutnya, maka wajib mematuhi rekemondasi itu. “Lha ini persoalnnya, orangnya nggak mau. Kalau pendapat pribadi sih ya terserah. Tapi ingat, perintah partai harus dipatuhi,” ungkap Mega yang sesekali bernada santai seperti orang bercerita.
Setengah berkelakar, Mega juga menyebut kader yang mbalelo tersebut seperti kacang lupa lanjaran. Dirinya sebagai Ketua Umum PDIP pun, imbuhnya, mengaku sangat kecewa. “E..ee..sekarang ‘wes wani’ ya? Kok begitu sombong ya, ‘banjur’ pindah ke partai lain,” kata Mega disambut tepuk tangan hadirin.

Nama Titik Bambang Riyanto atau TBR yang maju sebagai calon walikota Sukoharjo juga sempat disebut sekali oleh Mega dalam pidatonya itu. “Siapa itu namanya? Oo…iya, TBR,” imbuhnya.

Sementara itu, kandidat Bupati Sukoharjo dari PDIP, Wardoyo Wijaya sempat diminta naik ke panggung bersanding Megawati. Selain diminta memperkenalkan diri, Wardoyo juga diingatkan agar tak mbalelo ketika nantinya jadi pemimpin. “Awas ya, kalau jadi pemimpin di sana, jangan seperti yang sekarang ini. Sebab, sekarang ini banyak kader PDIP yang setelah jadi pemimpin, pada banyak yang sombong,” lanjut Mega.

Menanggapi hal itu, tim sukses TBR, Sugiarto mengaku tak ingin berpolemik dengan Megawati. Saat ini, kata Sugiarto, TBR telah menjadi kader Partai Golkar, sehingga pihaknya tak ingin berpolemik dengan tokoh atau kader dari partai lain selain Golkar. “Ya, terserah saja. Yang jelas, kami tak mau mengomentari tokoh dari partai lain,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…