Sabtu, 22 Mei 2010 17:00 WIB Hukum Share :

Polisi buru dua aktor intelektual kerusuhan Mojokerto

Mojokerto–Polisi memburu dua orang, Ansori dan Achmad Junaidi yang diduga ikut menjadi aktor intelektual kerusuhan di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jumat (21/5).

Mereka disebut-sebut pengunjuk rasa sebagai orang yang mengumpulkan massa dari beberapa kecamatan. Kepala Desa Brayung, Kecamatan Turi Abdul Cholik mengatakan, ia diminta datang ke Polres Kota Mojokerto, Sabtu (22/5). Ia diminta memberikan keterangan terkait dua orang itu yang diduga menjadi warga Desa Brayung.

“Di desa memang ada orang bernama itu. Tetapi, saya tidak tahu apakah mereka yang dimaksud polisi atau tidak,” ujarnya.

Keterangan terkait keduanya didapat dari 79 pengunjuk rasa yang ditahan di Polres Kota Mojokerto. Mereka mengaku dijanjikan bayaran oleh kedua orang itu jika mau ikut berunjuk rasa di Komplek Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Mereka hanya diminta berunjuk rasa damai memprotes KPU Mojokerto yang dinilai menggagalkan pencalonan Dimyati Rosyid. Unjuk rasa digelar bersamaan dengan paparan visi dan misi tiga pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Mojokerto di Gedung DPRD Mojokerto yang masih dalam komplek Pemkab.

Namun, ada massa lain yang datang dari sisi barat Alun-alun Mojokerto. Mereka membawa bom molotov dan pentungan besi. Bom dilemparkan ker berbagai gedung dan beberapa mobil di halaman komplek.

kompas/rif

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…