Sabtu, 22 Mei 2010 12:35 WIB Issue Share :

Penjualan album musik anjlok

Los Angeles–Kondisi musik dunia tengah mengalami penjualan terburuk pekan ini. Ini terjadi pertama kali sejak 1991 saat SoundScan mulai mengukur penjualan dari gerai toko kaset.

Sebanyak 5.300.000 album terjual dalam sepekan terakhir di Amerika Serikat. Album nomor satu diraih oleh Justin Bieber yang terjual lebih dari 60.000 penjualan, yang dengan sendirinya menjadi penjualan nomor satu terendah kedua yang pernah dirilis.

Pekan lalu, band metal Godsmack menduduki posisi grafik puncak dengan penjualan sebanyak 117.000. Para penggemar musik metal cenderung membeli album itu secepatnya setelah dirilis. Penjualan album itu lalu turun 63% menjadi 43.000 dan turun kembali ke posisi 9.

Debut lainnya termasuk The National High Violet di peringkat 3, Dead Weather Sea of Cowards pada peringkat 5, Charice ‘Charice’ pada peringkat delapan dan As I Lay Dying Powerless Rise di peringkat 10.

Topik ‘Industri Rekaman’ dibahas dalam konferensi National Association of Recording Merchandiser NARM, pekan ini. Sebanyak dua persen dari rilisan album yang terjual adalah terdiri dari 91% penjualan dari 98.000 album rilisan pada 2009. Yang lebih memprihatinkan, hanya 2,1% dari rilisan yang berhasil terjual lebih dari 5.000 unit album.

Konferensi NARM juga menunjukkan bahwa orang masih membeli disk fisik ketika mereka datang untuk membeli album musik di toko. Di Amerika Serikat pada tahun lalu, sekitar 75% dari album telah terjual dalam bentuk CD.

Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin tua usia pembelinya, semakin besar kemungkinan mereka membeli CD fisik. Album Susan Boyle I Dreamed A Dream terjual sebanyak 90,5% dalam bentuk CD.

Hal ini juga menunjukkan bahwa industri ini juga menghabiskan waktu terlalu banyak hanya untuk berfokus pada demografis yang salah. Kekuatan pembelian album musik terbanyak masih dari dompet para ‘generasi tua’. Susan Boyle menjual album lebih banyak pada tahun lalu di Amerika Serikat daripada Lady gaga.

Vinyl atau piringan hitam kembali hadir. Sekitar 2.800.000 album terjual dalam bentuk vinyl yang dirilis pada tahun lalu, dan 75% dari penjualan berasal dari pengecer independen.

Studi ini menunjukan bahwa “artis/musisi baru semakin susah mendekati angka yang masuk akal dalam penjualan”.

NARM adalah asosiasi perdagangan – profit Amerika yang berbasis di Marlton, New Jersey yang melayani usaha ritel musik di lobi dan promosi perdagangan.

Didirikan pada 1958, keanggotaan asosiasi ini mencakup musik dan hiburan lainnya seperti pengecer, grosir, distributor, perusahaan rekaman, pemasok multimedia, dan pemasok yang berhubungan dengan produk dan layanan, serta individu dan pendidik profesional dalam bidang bisnis musik.

Misi NARM adalah “melayani industri musik dan hiburan lainnya seperti dalam bentuk perangkat lunak rekaman sebagai dialog forum unggulan untuk wawasan dalam industri yang semakin beragam dan berkembang pesat”.

Anggota ritel NARM beroperasi sebanyak 7.000 etalase dengan akun hampir sebanyak 85% dari musik yang dijual di pasar musik, yaitu sebesar US$12 miliar.

inilah/isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…