Sabtu, 22 Mei 2010 12:10 WIB News Share :

Pasca 9 kali operasi, Ainun Habibie koma

Jakarta--Hasri Ainun Habibie Besari, istri mantan Presiden BJ Habibie, dalam kondisi kritis di RS Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro`hadern, Munich, Jerman. Mantan first lady kelahiran Semarang 11 Agustus 1937 belum diketahui persis penyakit yang diidapnya.

Ainun diketahui mengidap penyakit bronchitis dan lemah jantung. Ada juga yang mengatakan Ainun mengidap kanker rahim dan tumor.

Hasri Ainun masuk rumah sakit sejak 24 Maret lalu. Selama masa perawatan, isteri mantan presiden ke-3 RI ini telah menjalani sembilan kali operasi yakni empat operasi utama dan lima ekspolarasi.

Pada sepuluh hari pertama dilakukan pemeriksaan ulang dan pemeriksaan lanjut atau pendalaman untuk perencanaan tindakan medis dan operasi. Kemudian pada 7 April, sudah dilakukan operasi selama 6 jam untuk mengangkat tumor utama.

Antara tanggal 10 hingga 23 April dilakukan empat kali operasi lanjutan untuk pengecekan (laparatomi eksplorasi). Tanggal 26 April dan 1 Mei dilakukan operasi utama ke-3 dan ke-4, masing-masing selama dua jam. Tanggal 6 Mei dilakukan laparatomi eksplorasi ke-5. Dalam setiap operasi, semua berjalan lancar.

Putra kandung mantan Presiden BJ Habibie, Ilham Habibie berokomentar soal kondisi kesehatan ibundanya, Hasri Ainun Habibie. Menurut Ilham, kondisi ibunya sangat gawat.

“Ibu saya dalam keadaan gawat sekali. Saya dan istri otw ke Munich,” kata Ilham dalam twitter The Habibie Centre, Sabtu (22/5).

Sebelumnya pada Sabtu (8/5) pagi, kondisi kesehatan Ainun dikabarkan membaik dan sempat dituntun untuk melaksanakan shalat. Ainun sudah mulai bisa berkomunikasi melalui isyarat tangan.

Belakangan, kondisi kesehatan Ainun terus naik turun. Kendati sudah membaik, ibu beranak dua ini belum boleh dijenguk terlebih dahulu.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…