Sabtu, 22 Mei 2010 13:24 WIB News Share :

Kongres PD, 'Perang' Andi-Anas memanas

Bandung– Sehari menjelang Pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat yang bakal digelar Minggu (23/5), pertarungan antara dua dari tiga kandidat calon semakin memanas.

Dua kandidat yang terlihat cukup sengit bersaing yaitu Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum. Satu kandidat lain, Marzuki Alie, terkesan adem ayem. Persaingan sengit antara kedua kubu tim sukses (timses) Andi dan Anas terlihat jelas saat mengisi diskusi mingguan Radio Trijaya “Menguji Demokratisasi Partai Demokrat”, di Bale Pare, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (22/5).

Sekretaris Timses Andi Mallarangeng, Ramadhan Pohan dan Juru Bicara Timses Anas Urbaningrum, Saan Mustopa saling adu argumen untuk mengungkapkan keunggulan jagoannya masing-masing. Keduanya pun bertahan dengan optimistisnya, dan enggan beranjak dari target memenangkan Demokrat 1.

Ramadhan mengatakan, Andi belum berpikir untuk menerima posisi lain di luar Ketua Umum. “Andi maunya jadi Ketum, bukan Sekjen,” kata Ramadhan.

Dia lantas menawarkan komposisi AM-AU untuk berpasangan sebagai ketua umum dan sekjen. “Kalau AM-AU berpadu, maka 2014 selesai perkara. Partai lain akan susah mengungguli. Dan dari pengalaman, Andi lebih panjang,” ujarnya.

Saan langsung menimpali, “Dari sisi usia Anas boleh lebih muda, tapi pengalaman politik dan jam terbangnya lebih tinggi dari AM,” katanya.

Dia mengungkapkan, Anas sejauh ini masih berjuang untuk meraih kursi Demokrat 1. Namun, jika memang harus mengakui keunggulan kandidat lain, Anas tetap akan mengabdi dengan posisi yang lain. Tak terkecuali sebagai Sekjen.

“Tawaran Sekjen itu memang sudah datang lama,” ujar dia.

Keduanya pun mengklaim sudah mengantongi dukungan signifikan dari DPD dan DPC yang memiliki hak suara. Tapi, mereka enggan menyebutkan berapa banyak dukungan yang telah dikantongi.

Pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, mengatakan, dalam pemilihan ketua umum, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, dinilainya sudah memiliki preferensi pilihan. Dan pilihan SBY, diyakininya akan menentukan siapa yang akan memenangkan.

Karena itu, Asep mempertanyakan pertarungan sengit antar-kandidat hanya sebuah rekayasa.

“SBY harus menyebutkan bagaimana kriteria ketua umum yang dibutuhkan Demokrat tanpa harus menyebut nama dan tidak mengarahkan pilihan pemegang hak suara kepada satu orang saja,” kata Asep.

kcm/isw

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…