Sabtu, 22 Mei 2010 23:55 WIB News Share :

Ibu Hasrie Ainun Habibie bakal dimakamkan di TMP Kalibata

Jakarta–Jenazah mantan ibu negara Hasrie Ainun Habibie rencananya bakal dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Namun belum bisa dipastikan kapan jenazah akan dibawa dari Jerman ke Indonesia.

Ainun Habibie sempat terbaring kritis di rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro`hadern, Munchen, Jerman, wafat pada pukul 17.30 waktu Jerman.

Demikian dikatakan mantan anggota Komisi I DPR yang melakukan kontak langsung dengan Habibie, Ali Mochtar Ngabalin, di Jakarta, Sabtu (22/5).

“Pak Habibie mengabarkan kepada saya pada pukul 22.48 WIB dan beliau menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf dan keluarga mohon doa restu dari seluruh masyarakat Indonesia atas berpulangnya Ibu,” ujarnya.

Sebelumnya keluarga mantan Presiden Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie sudah pasrah dengan kondisi Hasri Ainun Habibie yang sangat kritis. Sejak pukul 06.00 waktu Jerman atau 12.00 WIB, semua alat bantunya sudah dilepas.

“Keluarga sudah pasrah kepada Allah,” kata Ali Mochtar Ngabalin yang mendapat informasi dari Habibie, Sabtu (22/5).

Ali mengaku sudah empat kali dalam hari ini berkomunikasi dengan BJ Habibie. Keluarga Habibie, kata Ali, meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia.

“Kalau itu sudah jalannya, keluarga akan melepaskan. Meski mencintai (Ainun), tapi Allah lebih mencintainya,” ujarnya.

Sebelumnya, penyakit bronchitis akut dan lemah jantung memaksa Ainun menjalani perawatan di Rumah Sakit Groszhadern Klinikum, Munich, Jerman sejak dua bulan lalu. Tim dokter mengaku telah berusaha maksimal mengembalikan kondisi kesehatan, meski hingga kini kondisi Ainun makin menurun.

Soal penyakit Ainun, Ali mengaku tidak tahu pasti. “Karena beliau sudah berumur, ya mungkin komplikasi,” katanya.

Habibie, kata Ali, juga sempat berkomunikasi dengan Sekretaris Wakil Presiden Tursandi Alwi soal kemungkinan Ainun akan dibawa ke Indonesia.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…