Jumat, 21 Mei 2010 16:32 WIB Wonogiri Share :

Soal klaim Haryanto, KBWB belum tetapkan pasangan calon

Wonogiri (Espos)–Ketua DPD II Partai Golkar Wonogiri yang juga Koordinator Koalisi Besar Wonogiri Bersih (KBWB), Edy Santoso menegaskan rekomendasi yang diklaim Haryanto bukanlah keputusan koalisi. Hingga kini, koalisi belum memunculkan rekomendasi terhadap calon manapun.

Edy juga menegaskan, adanya klaim tersebut dipastikan tidak akan mempengaruhi soliditas koalisi. KBWB tetap akan bersatu mengusung pasangan calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) yang akan diputuskan setelah semua proses dan prosedur dilalui.

“Saat ini semuanya masih dalam proses verifikasi di masing-masing partai anggota koalisi. Selanjutnya mereka akan membawa nama calon ke DPP masing-masing untuk dimintakan rekomendasi. Setelah itu, nanti masih akan ada proses lagi untuk menentukan satu pasangan yang akan diusung. Jadi masih panjang,” jelas Edy, kepada wartawan, Jumat (21/5).

Lebih lanjut, Edy mengatakan, pihaknya berharap agar semua pihak menghormati proses dan prosedur yang tengah berjalan serta tidak membuat pernyataan-pernyataan yang justru akan membuat situasi tidak kondusif.

Pernyataan senada dilontarkan Ketua II Tim Pemenangan Pilkada KBWB, Ngadiyono. Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mencurgai adanya upaya dari pihak-pihak tertentu yang ingin memecah-belah koalisi dengan memberikan klaim-klaim sepihak. Menurutnya, masing-masing partai memang akan menurunkan rekomendasi calon yang akan diusung. Namun, Cabup dan Cawabup mana yang akan diusung dalam Pilkada September nanti adalah keputusan bersama koalisi.

“Satu hal yang jelas, saat ini masing-masing partai baru melakukan verifikasi terhadap calon-calon yang ada untuk dinaikkan ke DPP. PKS sendiri sudah menaikkan nama-nama yang akan diusung ke DPP. Tapi rekomendasinya belum turun,” ujar Ngadiyono, saat ditemui di Gedung DPRD Wonogiri, kemarin.

Terpisah, kader PKS lain, Abdullah Rabbani berpendapat, klaim yang disampaikan Haryanto hanyalah trik dan manuver politik yang bersangkutan. Menurutnya, hal itu sah-sah saja. “Namun perlu dicatat bahwa KBWB sampai detik ini belum memutuskan siapa yang disepakati untuk diusung sebagai pasangan bakal calon. Proses masih berjalan dan semua calon yang telah mendaftar masih punya peluang yang sama,” jelas Rabbani.

Rabbani menegaskan, Partai Demokrat (PD) adalah satu unsur dari KBWB yang tidak bisa berdiri sendiri dan dia yakin PD tetap akan memegang komitmen dengan KBWB. Menurutnya, adalah hak setiap calon untuk melakukan manuver politik. Namun, hendaknya manuver itu dilakukan dengan elegan, jangan sampai manuver itu justru membuat situasi tidak nyaman pihak-pihak lain.

Diberitakan sebelumnya, Haryanto dengan penuh percaya diri mengklaim sudah mengantongi rekomendasi dari DPP PD. Namun, DPC PD Wonogiri sendiri tidak tahu menahu soal rekomendasi itu, sebab DPC belum mengajukan nama calon ke DPP untuk dimintakan rekomendasi dan surat rekomendasi yang diklaim Haryanto itu juga tidak disampaikan melalui DPC sebagaimana seharusnya.

shs

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…