Jumat, 21 Mei 2010 17:14 WIB Solo Share :

Puluhan keluarga Pucangsawit luput relokasi

Solo (Espos)–Puluhan keluarga yang selama ini tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo tepatnya di Kelurahan Pucangsawit, Jebres, Solo, luput atau tercecer dari program relokasi korban banjir 2007.

Hingga saat ini belum ada kejelasan rencana relokasi bagi 67 keluarga tersebut kendati data telah disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Penjelasan itu disampaikan Ketua Pokja Relokasi Pucangsawit, Tedjo Lelono, saat ditemui wartawan, Jumat (21/5).

Menurut dia, pihaknya sudah menyampaikan data 67 keluarga tersebut kepada Inspektorat Daerah. Sedangkan penyebab tercecernya 67 keluarga diduga lantaran mereka tidak berada di kediaman mereka saat pendataan korban banjir dilakukan.

Berdasar data kasar diketahui, warga yang luput dari relokasi pertama berasal dari wilayah rukun warga (RW) VI, RW VIII, RW IX, RW XII dan RW XIII. Puluhan warga itu telah dimasukkan dalam buku merah, sasaran relokasi susulan. “Kami sudah koordinasi dengan kelurahan. Diusulkan, warga yang tercecer didata dalam buku merah. Selanjutnya diserahkan kepada Inspektorat supaya diproses,” ujarnya.

Sebelumnya tercatat, jumlah warga Pucangsawit yang telah diproses relokasi tahap pertama sebanyak 268 warga penerima hibah (WPH). Mereka direlokasi ke kawasan Solo utara tepatnya di Kelurahan Mojosongo, Jebres, seperti di Solo Elok 89 WPH, Ngemplak Sutan 112 WPH, Kedung Tungkul 18 WPH, Sabrang Lor 5 WPH, Mipitan 8 WPH dan barat SMA Negeri 8 Surakarta 36 WPH. “Sebenarnya jumlah total 270 WPH, tapi ada dua WPH yang gugur sehingga hanya 268 WPH,” imbuhnya.

Kasus serupa yakni tercecernya warga bantaran dari relokasi tahap pertama juga terjadi di Kelurahan Sewu, Jebres. Di wilayah yang paling sering diterjang banjir saat penghujan tersebut, terdapat enam keluarga yang luput dari relokasi. Keenam warga itu yakni Sukadi, Tugimin – Heksan, Kusmiyatun, Triyono, Sulami, dan Rusmanto. Namun warga yang tercecer dari program relokasi tahap pertama tersebut telah pindah dari kediaman lama mereka alias mengontrak rumah.

kur

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…