Jumat, 21 Mei 2010 12:36 WIB News Share :

Mojokerto rusuh, 22 Mobil dibakar

Surabaya--Sekitar 22 mobil hancur, 10 di antaranya dibakar massa dengan dilempari bom molotov, di halaman Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Jumat (21/5). Kerusuhan pecah ketika di dalam Gedung DPRD berlangsung penyampaian visi misi tiga pasangan calon bupati/wakil bupati.

Sebagaimana dikutip dari Vivanews.com, sebanyak empat mobil habis terbakar. Salah satu di antaranya mobil dinas Wakil Walikota Mojokerto, Masud Yunus yang diundang menghadiri acara itu. Mobil lainnya yang juga ludes dilalap api adalah mobil dinas milik Pemkab Mojokerto berpelat nomor merah dan  mobil pribadi milik karyawan berpelat hitam.

Kerusuhan itu terjadi sekitar pukul 09.10 WIB ketika puluhan massa unjuk rasa di depan pagar Gedung DPRD. Massa bersitegang dengan polisi saat memaksa masuk. Kemudian massa melampiaskan kemarahan kepada mobil yang diparkir.

Saat pasangan cabup-cawabup Suwandi–Wahyudi Iswanto memaparkan visi misi tiba-tiba sekolompok orang menggunakan yang menutup wajahnya dengan  kaus putih dan gelap merusak pagar sebelah barat Kantor DPRD Kab. Mojokerto. Mereka masuk dengan berlari berpencar ke dalam halaman gedung sambil melempar bom molotov ke puluhan mobil dinas yang di parkir di sekitar.

Semula pembakaran itu di timur DPRD berlanjut ke depan Kantor Bappeda Mojokerto, dekat masjid, depan Kantor Satpol PP, depan Kantor Bawas dan dekat Pendapa Maja Tama Kab. Mojokerto. Puluhan karyawan Pemkab dibantu aparat memadamkan dari sumur pompa dan mendatangkan tiga mobil PMK.

Lalu, ada tiga pengunjuk rasa masuk lobi DPRD mengambil kursi yang dipukulkan ke benda apa saja yang ditemui. Termasuk ada sebagian anggota polisi yang kena pukul kursi oleh pelaku.

Polisi lalu memburu pelaku yang langsung kabur. Namun, polisi bisa menangkap 12 orang. Mereka mengaku berasal dari Kecamatan Bangsal. Sejumlah botol  bom molotov disita, selain batang besi dan golok.

Kerusuhan itu tidak terduga karena sebelumnya kondisi aman di luar dan dalam Gedung DPRD. Lebih dari 100 polisi dikerahkan untuk  pengamanan.

Meski di luar rusuh, penyampaian visi misi calon bupati di dalam Gedung DPRD berjalan lancar. Setiap pasangan calon diberi waktu 30 menit. Pasangan nomor 1, Mustofa Kamal Pasha – Chorul Nisa (Manis) menyampaikan visinya tuntas, dilanjutkan pasangan nomor 2 Wasis.

Pasangan incumbent ini baru menyampaikan visi misi 10 menit, tiba-tiba terdengar suara keributan dari dalam Gedung DPRD membicarakan aksi anarkis di luar gedung. Meskipun begitu penyampaian visi-misi akhirnya tuntas. Acara itu dihadiri 41 anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Muspida, camat, ormas, berbagai elemen masyarakat.

Polisi selain mengejar pelaku, juga membunyikan tembakan peringatan ke udara beberapa kali. Pengunjuk rasa kocar-kacir, mereka lari tunggang-langgang. Ada yang ke Jl. Majapahit, masuk kawasan Kradenan, dan Jl Brawijaya.

Pantauan di lapangan, beberapa mobil terlihat hanya tersisa kerangka-kerangkanya. Sebagian mobil lagi kaca-kacanya hanya dipecahkan, meski sempat terbakar di bagian depan atau belakang mobil.

Sementara beberapa orang baik petugas kepolisian berpakaian preman dan berseragam melihat sisa-sisa mobil yang dibakar.

’’Saat ini kita masih mendata berapa mobil yang dibakar dan siapa saja yang ditangkap,’’ kata Kapolresta Mojokerto, AKBP Budi Riyanto kepada wartawan saat di lokasi.

Hingga pukul 10.30 WIB siang tadi, belum diketahui persis semua pemilik mobil yang dibakar. ’’Belum teridentifikasi milik siapa saja,’’ kata seorang anggota polisi di lokasi.

Sebelumnya demonstrasi besar-besaran oleh pendukung calob bupati Dimyati Rosyid terjadi saat dinyatakan oleh KPU tidak lolos kesehatan. Saat itu massa mendatangi Kantor KPU dan Panwas.

isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…