Jumat, 21 Mei 2010 12:55 WIB Internasional Share :

Lukisan Rp 1 Triliun dicuri di Paris

Paris--Pencurian besar telah terjadi di museum Paris. Pencuri yang diketahui menggunakan topeng berhasil menjebol kunci gembok yang dipasang. Dia menyisakan jendela yang sudah dirusak.

Seperti diberitakan Associated Press dikutip dari Vivanews.com, Jumat (21/5), pencuri itu ‘sukses’ membawa kabur lima lukisan termasuk mahakarya Picasso.

Pencurian lima lukisan seharga sekitar US$125 juta atau sekitar Rp 1,23 triliun itu merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Pembobolan dan pencurian karya seni merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Tapi tidak untuk kasus ini.

Entah pencuri ini beruntung atau memang sudah mengetahui sebelumnya. Menurut keterangan Walikota Paris, Bertrand Delanoe, alarm di Museum of Modern Art Paris,  sedang mengalami perbaikan sejak Maret lalu.

Museum ini terletak di dekat Sunga Seini tak jauh dari Menara Eiffel yang terkenal. Museum dibuka kembali pada 2006 setelah menghabiskan dana sekitar US$18 juta. Dan membutuhkan waktu dua tahun untuk menerapkan dan meningkatkan sistem keamanan.

“Peralatan alarm sudah dipesan tapi belum juga datang,” kata Bertrand. Jadi, si pencuri tidak perlu khawatir dengan alarm. Ia masuk sendirian sekitar pukul 03.50 pagi waktu setempat.

Menurut Sekretaris Deputi Kebudayaan Kota Paris, Christophe Girard, si pencuri berhasil memotong gembok pada gerbang, merusak jendela dan memanjat ke dalam. “Aksinya tertangkap salah satu kamera museum,” ujarnya.

Lima lukisan yang sukses dibawa kabur yakni, Le pigeon aux petits pois oleh Pablo Picasso, La pastorale oleh Henri Matisse, L’olivier pres de l’Estaque oleh Georges Braque, La femme a l’eventail oleh Amedeo Modigliani dan Nature morte aux chandeliers oleh Fernand Leger.

Kejadian berlangsung hanya sekitar 15 menit. Penyusup itu merusak pagar, memanjat jendela, meninggalkan bingkai kosong, dan melenggang keluar.

isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…