Jumat, 21 Mei 2010 21:19 WIB Solo Share :

KUA Laweyan luncurkan program Nikah Gratis

Solo (Espos)–Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Laweyan menggratiskan semua biaya pernikahan bagi warga yang tidak mampu. Syarat untuk mendapatkan kemudahan ini yaitu seluruh syarat nikah ditambah suarat keterangan tidak mampu dari kelurahan.

Kepala KUA Laweyan, Arbain Basyar, mengatakan, program Nikah Gratis ini dimulai pekan ini dan kemudian berlaku seterusnya. “Bagi yang tidak mampu dan ingin menikah, silakan datang, tidak dipungut biaya sepeserpun, semua gratis,” katanya, Jumat (21/5).

Program ini, lanjut Arbain, sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi maraknya pernikahan siri di kalangan masyarakat tidak mampu. Ia menerangkan, sejumlah kasus penyebab terjadinya pernikahan siri adalah karena persoalan biaya. “Jadi sekarang tidak ada alasan menikah siri karena tidak punya biaya,” jelasnya.

Sejumlah kasus ditemukan, pernikahan yang tidak tercatat atau nikah siri tidak sesuai dengan tuntutan agama Islam. “Banyak kasus nikah siri yang saya temukan itu tidak sesuai tuntutan, yaitu tidak disertai atau disetujui orangtua. Biasanya pernikahan dilakukan dihadapan seorang kyai tanpa persetujuan orangtua,” katanya.

Selain itu, pernikahan siri dapat berdampak pada masa depan anak. “Karena tidak tercatat, maka anak yang dilahirkan akan kesulitan mendapatkan akte kelahiran. Ini bisa dihindari dengan melakukan nikah secara resmi,” katanya.

Sepekan ini, belum ada warga yang memanfaatkan program nikah gratis ini. Namun Arbain optimis program ini dapat bermanfaat bagi warga tidak mampu. “Karena baru satu pekan ini, jadi belum banyak yang tahu. Diharap seiring berjalannya waktu, warga semakin tahu dan memanfaatkannya,” tuturnya. Ketentuan lainnya yaitu pernikahan dilangsungkan di kantor dan beserta orangtua.

m86

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…