Jumat, 21 Mei 2010 22:38 WIB News Share :

Kerusuhan Thailand untungkan pengelola Candi Borobudur

Magelang –– Tragedi kerusuhan di Thailand membawa dampak positif dan menguntungkan bagi dunia wisata di Indonesia, seperti di Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko Yogjakarta. Pasalnya, selama terjadinya kerusuhan di negara berobyek wisata andalan Prha Nakon Si Ayuthaya yang dibangun pada abad XVII ini, membuat kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia naik mencapai kurang lebih sebanyak 20 persen.

Peningkatan tidak hanya terlihat di Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang dibangun pada abad VII saja, bahkan kunjungan wisatawan ke Bali menunjukkan peningkatan yang sangat fluktuatif selama tragedi di negeri Gajah Putih itu.

Pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko (PT TWC BP& RB) Bambang Subandono saat di Gedung Pertemuan Manohara, Kompeks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

“Memang selama terjadinya kerusuhan di Thailand kunjungan wisatawan di Candi Borobudur khususnya, grafik pantauan kami menunjukkan peningkatan yang signifikan hingga mencapai 18-20 persen,” kata Bambang.

Sebab, travelling map yang terjadi selama ini Thailand merupakan negara singgah wisatawan terutama bagi wisatawan mancanegara dari Eropa, terutama dari Eropa Barat singgah di Kamboja untuk melihat kemegahan obyek wisata Angkor Wat.

“Mereka (wisatawan-red) jika kondisi keamanan dalam keadaan normal, minimal selama sepekan berada Thailand. Namun, dengan adanya kerusuhan mereka langsung menuju ke Indonesia sebagai tempat wisata alternatif bagi mereka,” tegas Bambang.

Di Candi Borobudur sendiri setiap akhir pekan terutama Sabtu dan Minggu, kunjungan wisatawan manca negara mencapai pada angka 300-500 wisatawan asing ke candi.

“Untuk bulan Maret sampai pertengahan bulan Mei ini saja kunjungan wisatawan setiap minggunya dapat kami ambil kesimpulan di atas rata-rata,” tegas Bambang.

Bambang menambahkan, dari data statistik yang ada di PT TWC BP& RB saat ini, peningkatan wisatawan yang jelas terlihat datang dari negara Prancis, Belanda dan Jepang.

Pangsa pasar Candi Borobudur sesuai dalam daftar kunjungan wisatawan, dari negara Prancis merupakan negara urutan pertama, disusul kemudian wisatawan dari negara Belanda dan Jepang,” tegas Bambang.

Kedua negara itu mempunyai karakter wisatawan negara yang menyukai soal apresiasi nostalgia budaya sejarah dan filosofi tempat wisata.

“Kalau wisatawan Belanda sudah pasti menjadi wisatawan yang sering ke Indonesia karena mempunyai hubungan sejarah dengan negara kita,” tegas Bambang.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…