Jumat, 21 Mei 2010 21:35 WIB Negara Share :

Jerman, ancaman “determinasi total” Joachim Low

Juara Dunia tiga kali Jerman hampir tak pernah absen pada gelaran Piala Dunia. Tahun ini mereka kembali akan menghadapi kompetisi sepakbola antarnegara terakbar pastinya dengan semangat dan ambisi besar. Setelah sukses menjadi Timnas terbaik sejagat di PD Swiss 1954, Jerman tahun 1974 dan Italia tahun 1990, skuat Tim Panser yang kini diasuh Joachim Low membidik gelar juara untuk kali keempat.

Performa mereka sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia seolah menunjukkan bakat alami mereka. Konsistensi kesuksesan Tim Panser ini berkat pengalaman mereka yang mumpuni, keahlian merancang strategi dan mampu mengembalikan semangat mereka saat terpuruk.

Michael Ballack dkk berhasil membawa kembali negaranya ke puncak pretasi tertinggi saat mereka berhasil duduk sebagai <I>runner up<I> di Piala Dunia 2002, posisi ketiga saat jadi tuan rumah di 2006 dan juara dua piala UEFA UERO 2008 dan Australia dan Swiss.

Sejumlah gelar tersebut menunjukkan betapa cemerlangnya karir internasional kapten Jerman tersebut. Pencapaiannya disebut-sebut bisa disandingkan dengan kapten Jerman legendaris lain sebelumnya seperti Fritz Walter, Franz Beckenbauer dan Lothar Matthaus. Sayang, Ballack yang menjadi tulang punggung tim dipastikan absen dalam Piala Dunia tahun ini lantaran cedera yang membekapnya.

Sebuah tekel keras yang dilakukan pemain Portsmouth, Kevin-Prince Boateng terhadap Ballack dalam partai fnal Piala FA membuat gelandang Chelsea itu harus mengubur dalam-dalam mimpinya bisa tampil di Afrika Selatan.

Selain Ballack, di Piala Dunia nanti Jerman juga berharap banyak kepada striker haus gol mereka, Miroslav Klose, dan pemain lain seperti Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger dan Lukas Podolski. Kemampuan tim untuk menampilkan gaya bermain efektif dan tekun merupakan faktor dominan yang membuat tim ini kuat, dibandingkan kemampuan individu para pemainnya.

Tak heran pasukan Low ini mampu menjadi pertama lolos babak kualifikasi di Grup 4. Penampilan Jerman hanya sedikit ternoda dalam partai home and away melawan Finlandia. Di dua partai kandang dan tandang itu, anak Klose dkk ditahan imbang 3-3 di Helsinki dan 1-1 di Hamburg. Tergabung bersama Wales, Azerbaijan dan Leichtenstein dalam babak kualifikasi cukup mudah bagi Jerman untuk lolos ke final PD 2010.

Dalam dua pertemuan melawan rival terdekat mereka, Russia, Jerman berhasil menunjukkan kelasnya dengan membuat Tim Beruang Putih itu tak berkutik. Di Dortmund, pasukan Low berhasil manampilkan permainan menyerang terbaik mereka untuk akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Sementara di Moscow, Klose berhasil membuat Rusia menelan kekalahan pertama di kandang sendiri dalam babak kualifikasi melalui gol semata wayangnya. Pelatih Rusia, Guus Hiddink menyebutnya sebagai “determinasi total” Jerman. Di Afrika Selatan sangat mungkin Low akan kembali menunjukkan determinasi totalnya.

Joachim Low yang pernah menjadi asisten Jurgen Klinsman saat menukangi Jerman di PD 2006 berhasil lepas dari bayang-bayang sang mantan penyerang kelas dunia itu. Di tangan pelatih berusia 49 tahun itu, Jerman sukses meraih gelar juara EURO 2008 dan tetap melanjutkan filosofi menyerang ala Klinsman. Ia begitu dihormai pemain dan publik dan pers lantaran ketenangan, keahian dan rasa simpatinya yang begitu kuat. “Kecermatan dan ketekunan dalam bekerja merupakan satu-satunya jalan menuju kesuksesan,” ungkap Low.


kha

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…