internet
Jumat, 21 Mei 2010 17:33 WIB Solo Share :

Bantuan bagi keluarga Gesang mengalir

Solo (Espos)–Kepedulian kepada Gesang mengalir dari banyak kalangan. Tak hanya masyarakat Kota Bengawan yang berbondong-bondong mendatangi Pendapi Gede, kompleks Balaikota, untuk memberi penghormatan pada Sang Maestro. Kepedulian juga datang dari instansi pemerintah, yaitu Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan pengelola Istana Kepresidenan di Yogyakarta.

Kepedulian Pemkot diwujudkan dengan menyerahkan bantuan berupa uang tunai senilai Rp 10 juta. Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sendiri bantuan tersebut, kepada perwakilan keluarga Gesang, Yuniarti dan Didik mewakili Yayasan Gesang. Walikota mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus penghargaan bagi Gesang atas karyanya di bidang seni dan budaya.

Sementara, Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, Samadi sengaja merahasiakan bantuan yang diserahkan pihaknya kepada keluarga Gesang. “Ini bentuk kepedualian kami, pada Bapak Gesang. Berupa apa, tidak usahlah, yang jelas ada yang kami sampaikan. Intinya, kami hanya ingin menyampaikan kepada keluarga, turut berbela sungkawa. Mungkin juga ke permakaman, nanti, setelah Jumatan,” jelas dia.

Menanggapi tingginya kepedulian masyarakat pada sosok Gesang, perwakilan keluarga yang juga keponakan Gesang, Yuniati mengaku sangat senang, bangga dan terharu. Bagi Yuniarti, Gesang adalah sosok yang santun, sayang pada semua orang, sabar, dan nyaris tak pernah mengeluh. Kepada wartawan, dia mengisahkan pesan terakhir dari Gesang agar musik keroncong terus dikembangkan.

“Pukul 10.00 WIB, seusai mejalani tes darah, Beliau dengan lantang menyanyikan lagu Bengawan Solo, walaupun suaranya serak karena banyak dahak. Beliau juga bernyanyi Jembatan Merah dan sempat meminta saya menulis syairnya. Beliau berpesan agar saya menyerahkan syair itu kepada pemain selo. Yang ada selo kan hanya keroncong, jadi itu harapan Beliau,” papar Yuniarti.

Pantauan Espos, hingga Jumat siang, ratusan pelayat terus berdatangan secara bergantian di Balaikota. Beberapa pelayat sempat menyolatkan jenazah Gesang yang disemayamkan di dalam Pendapi Gede. Tampak di antara para pelayat, puluhan siswa SD. Salah satu siswa kelas V SD Marsudirini, Virgin, mengatakan turut berduka atas meninggalnya Gesang.

tsa

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…