Jumat, 21 Mei 2010 19:33 WIB Negara Share :

Australia, pembuktian Verbeek…

Setelah 32 tahun absen dari panggung sepakbola dunia, Australia akhirnya tampil kembali Piala Dunia 2006. Sayangnya jalan mulus The Socceroos ke babak knock out harus terhenti oleh juara bertahan Italia dan membuat pasukan Guus Hiddink itu pun  terdepak.
Kini menghadapai Piala Dunia 2010 skuat Australia kembali diasuh oleh pelatih asal Belanda. Adalah Pim Verbeek yang menjadi arsitek Tim Kangguru. Ia berupaya membentuk skuat Australia menjadi sebuah tim yang kuat dengan merekrut sejumlah pemain lama yang kenyang pengalaman di partai internasional.

Tidak seperti empat tahun lalu saat Australia dipaksa lolos babak kualifikasi PD melalui Zona Oceania dan sebah play-off dramatis melawan Uruguay. Persiapan The  Socceroos kali ini jauh lebih matangn menyusul serangkaian pertandingan panjang di kawasan Asia yang membuat Tim Cahill dkk semakin terasah.

The Socceroos tampil memikat di 14 partai kualifikasi Asia dan menjadi tim terbaik di benua itu dengan menjadi yang teratas di Grup 1. Atas hasil ini, Tim Kangguru menjadi salah satu negara pertama ke yang mencapai Afrika Selatan. Australia juga menjadi yang terbaik pada tahap awal kualifikasi di atas Qatar, China dan Irak meski sempat menelan dua kali kekalahan.
Perjalanan Australia di tahap akhir kualifikasi semakin membuktikan bahwa Pim Verbeek cukup jitu dalam meramu taktik. Ia sukses membawa anak asuhannya menjadi tim yang tak terkalahkan di delapan pertandingan beruntun. Menyusul di belakang mereka Jepang, Bahrain, Qatar dan Uzbekistan.

Sejauh ini, skuat Australia baru dua kali mencicipi panasnya atmosfir panggung Piala Dunia. Namun kali ini pasukan Verbeek membayar waktu yang terbuang itu dengan kesuksesan meraih tiket ke Piala Dunia untuk kali kedua secara beruntun.

Kali pertama Tim Kangguru berpartisipasi di panggung dunia adalah pada gelaran Piala Dunia 1974. Tim amatir mereka tampil sangat memalukan sehingga harus tersingkir di putaran pertama. Setelah itu dibutuhkan 32 tahun bagi negara yang gila olahraga ini untuk kembali mengulang sejarah yang nyaris terkubur.

Mereka datang ke Jerman pada 2006 untuk menunjukkan bahwa The Socceroos kini tampil lebih baik. Mereka berhasil menempati urutan pada fase penyisihan grup di bawah Brazil, di atas Kroasia dan Jepang. Pasukan Hiddink tersebut hanya lolos sampai babak 16 besar setelah ditekuk Italia lewat gol hasil tendangan penalti di injury time.

Bagi Verbeek, kesuksesan Australia lolos ke Afrika Selatan akan menjadi kepuasan tersendiri setelah sekian lama selalu menjadi orang nomor dua di balik nama besar Hiddink. Piala Dunia tahun ini pula menjadi kesempatan yang sangat baik Verbeek untuk bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayang Hiddink dan membuktikan bahwa dia mampu lebih baik dibandingkan bekas atasannya itu.

Verbeek telah membawa pendekatan pragmatis terhadap tim. Ia tidak hanya mampu membangun lini pertahanan sekeras batu yang efektif, tetapi juga mampu meningkatkan daya gedor lini depan. Ia menjadi pelatih yang sangat dihormati oleh para pemain, karena rasa kepeduliannya terhadap para pemain dan suntikan motivasinya.

“Kami harus tampil lebih baik saat kami datang ke Afrika Selatan. Saya rasa setiap orang memiliki target dalam hidup, begitu pula saya dan pemain. Kami akan berusaha sekuat mungkin untuk bisa jadi yang terbaik,” pungkas Verbeek.


kha

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…