Kamis, 20 Mei 2010 17:47 WIB Hukum Share :

Sering ditolak isteri, seorang ayah gauli putri kandung

Solo (Espos)–Seorang ayah, AK, 39, gauli putri kandungnya, RS, 15, di kediamannya, Rejosari, Purwodiningratan, Jebres, Solo, Rabu (19/5). Aksi bejat itu dipergoki sang istri, LS, 40, saat pulang dari membeli makanan sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut pantauan Espos, LS melaporkan tindakan bejat suaminya itu ke Poltabes Solo, rabu malam  sekitar pukul 18.30 WIB. Di sana ia langsung diterima petugas sentra pelayanan kepolisian (SPK) dan diperiksa selama sekitar satu jam. Beberapa anggota anggota Polsek Jebres juga tampak mengantarnya. Sementara putri kedua LS yang sekaligus sebagai korban, RS, langsung diamankan dan diperiksa oleh petugas dari unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Poltabes Solo.

Saat memberi keterangan, LS mengaku, aksi cabul suaminya itu mulai dilakukan saat dia tak di rumah. “Sore tadi, Bapak (pelaku-red) pulang dalam keadaan mabuk. Lalu dia menyuruh saya untuk membelikan makanan, yakni selat,” jelasnya saat dimintai keterangan di ruang SPK Poltabes Solo.

Berselang setengah jam, lanjut LS, dia sampai di rumah dengan makanan pesanan suaminya. Dia merasa curiga saat melihat beberapa putranya yang masih kecil bermain sendiri di lantai tanpa ditemani ayahnya. “Anak saya bersama suami saya (pelaku-red) ada tujuh. Saat saya tinggal beli makanan, mereka (anak-anaknya-red) diasuh oleh ayahnya. Tapi saat saya datang, suami saya tidak terlihat,” tambah LS.

Kecurigaan LS bertambah saat dia melihat keganjilan di kamar korban, yakni di lantai dua. LS mengaku kamar tersebut tampak lebih gelap dibanding biasanya. “Saya langsung naik dan kaget melihat ulah suami saya,” katanya.

Saat itu, LS mengaku melihat suaminya tergopoh-gopoh mengenakan pakaiannya. Sementara korban dalam keadaan tanpa busana.

Kepada istri, pelaku mengakui perbuatan itu telah dilakukannya sebanyak dua kali. “Anak dan bapaknya sama-sama mengakui saat saya tanya. Yang pertama dilakukan Selasa (18/5) sekitar pukul 13.00 WIB dan yang ke dua ya saat itu. Saya sudah curiga dari kemarin (Selasa-<I>red<I>), karena putri saya menangis,” terus LS.

LS mendengar alasan tindakan pelaku, yakni lantaran merasa selalu ditolak saat mengajak berhubungan layaknya suami istri. “Saya kan capek biasa kerja seharian dan harus menghidupi tujuh putra. Pekerjaan suami saya membantu saya membuat makanan dan mengatar saya menitip-nitipkan makanan itu ke beberapa tempat,” lanjutnya.

Kepada ibu, korban mengaku menuruti ajakan ayahnya setelah mendapat ancaman. “Katanya mau dipedang jika tak mau,” terang LS. Korban merupakan putri yang sudah tak bersekolah sejak dia lulus dari sekolah dasar (SD).

m85

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…