Kamis, 20 Mei 2010 21:04 WIB Issue Share :

Sebelum menutup mata, Gesang sempat melantunkan Bengawan Solo

Solo (Espos)–Sebelum tutup usia, Gesang Martohartono sempat menyanyikan legendaris ciptaannya, ‘Bengawan Solo’. Kondisi kesehatannya memang tidak stabil selama beberapa hari terakhir.

“Tadi pagi sekitar jam 10.00 nyanyi Bengawan Solo dan Jembatan Merah sampai rampung,” kata Yuniarti keponakan Gesang yang selalu setia mendampingi. Delapan jam kemudian, pukul 18.10, Gesang menghembuskan napas terakhir.

Selain menyanyi dua lagu keroncong itu, Gesang juga masih dapat berkomunikasi dengan keluarganya. Gesang beberapa kali meminta pulang ke rumahnya di kawasan Kemlayan, Solo. Gesang merasa tak betah berada di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Sekitar empat jam setelah menyelesaikan nyanyian ‘Bengawan Solo’, kondisi Gesang kembali memburuk. Ia dinyatakan kritis pada pukul 14.00. Meski sempat stabil, kondisinya kritis lagi pada pukul 17.30. Tak lama kemudian Sang Maestro itu pun menutup mata untuk selama-lamanya.

hkt

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…