Kamis, 20 Mei 2010 20:42 WIB Issue Share :

Roman Picisan pikat warga Solo

Solo--Pada pemutaran perdananya, Kamis (20/5), film Roman Picisan yang mengambil Kota Solo sebagai salah satu lokasi syutingnya belum begitu diminati warga Solo. Tapi sebagian kecil masyarakat yang telah menyaksikan film garapan Rako Prijanto ini mengaku terpikat dengan film itu.

Salah satunya, Anisa, 25, yang menonton film Roman Picisan di salah satu bioskop di Kota Solo, Grand 21 kompleks Solo Grand Mall, Kamis siang. Dia menyatakan, selain jalan ceritanya yang romantis dan sedikit humoris, Anisa mengaku senang kebudayaan dan adat istiadat Solo bisa dinikmati pada sebuah film yang diputar di bioskop.

“Sebagai warga Solo pasti senang kalau kota tempat tinggalnya ikut muncul pada sebuah film. Tadi awalnya saya kaget karena enggak yakin kalau benar-benar syutingnya di Solo. Tapi ternyata benar, tembok-tembok sekitar keraton dan pusat batiknya mudah dikenali,” terang Anisa.

Hal senada diutarakan teman Anisa, Widia Astuti. Kebiasaan warga Solo dalam ritual pernikahan, mulai dari prosesi siraman hingga malam midodareni bisa dilihat dalam sebagian adegan dalam film itu. Selain itu, industri batik yang berkembang di kota ini juga ikut disorot.

“Film ini dikemas dengan apik, dengan memadukan unsur-unsur kisah romantis khas anak muda dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda,” jelas Widia.

Film yang diproduksi MD Pictures dan R Film ini mengisahkan tentang kehidupan gadis asal Solo bernama Canting (Artika Sari Devi) dalam menemukan cinta sejatinya. Canting yang dijodohkan dengan pria pilihan orang tuanya merasa tertekan dan pasrah. Hingga akhirnya ia berjumpa dengan pria yang tinggal di Bali bernama Raga (Tora Sudiro).

Raga yang berjiwa bebas, ternyata mampu menarik perhatian Canting. Sebaliknya dengan Raga yang pernah merasakan pahitnya patah hati, ia merasa bahwa Canting bisa mengembalikan benih-benih cinta yang sudah lama terkubur. Tapi perjuangan cinta Raga untuk bisa meminang Canting tidaklah mudah. Dia harus berhadapan dengan bapaknya yang dikenal berwatak keras.

“Sebenarnya film ini bagus. Pemainnya juga merupakan aktor dan aktris ternama di dunia perfilman. Sayangnya pemutaran perdananya kurang memuaskan. Tapi kami yakin, begitu tahu film ini pasti penonton akan suka,” tandas Manajer Grand 21, Bambang Rahmad Widodo.

hkt

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…