Kamis, 20 Mei 2010 09:14 WIB News Share :

Nenek tewas disengat gerombolan tawon

Tasikmalaya–Nasib naas dialami Yayah, 61 tahun, warga Kampung Sanghiangteras, Desa Karangmulya, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Nenek ini tewas setelah diserang dan disengat ratusan tawon tanah.

Sekujur tubuh korban mengalami pembengkakan, hingga akhirnya korban menghembuskan napas terakhirnya setelah 12 jam dari kejadian.

Peristiwa itu berlangsung dua hari lalu, saat korban sedang membetulkan talang air sekitar 500 meter dari rumahnya. Tanpa sadar ia menginjak sarang tawon tanah, hingga selanjutnya tanpa diduga ratusan tawon langsung menyerang dan menyengat korban hingga tak sadarkan diri.

Kepala Dusun Sanghiangteras, Ojo Suparjo, Kamis (20/5) mengatakan, saat kejadian korban sempat berteriak dan meminta pertolongan, bahkan dengan baju yang dikenakan sempat berusaha untuk mengusir ratusan tawon tersebut.

Namun nahas akibat banyaknya tawon yang menyerang ia akhirnya kalah korban hingga tak sadarkan diri. “Sebetulnya saat itu ada warga yang hendak menolongnya,” ujar dia. “Namun rupanya tawon tersebut menyerangnya juga, hingga akhirnya warga tersebut berlari untuk menyelamatkan diri.”

Setelah ratusan tawon pergi lanjut Ojo, warga pun langsung berdatangan menolong korban. Saat itu, kondisi sekujur tubuh korban mengalami bengkak termasuk bagian kepalanya yang menjadi sasaran empuk gigitan ratusan tawon tersebut. ” Warga langsung memanggil petugas medis untuk mengobatinya,” ujar Ojo.

Petugas Puskesmas pembantu Desa Karangmulya, Aef Permana saat tiba dirumah korban membenarkan kondisi korban dalam keadaan pingsan dan sekujur tubuhnya mengalami bengkak akibat racun sengatan tawon.

Dia langsung memberikan obat anti biotik dan memberikan obat anti sakit karena racun dari sengatan tawon tersebut sudah menjalar ketubuh korban, yang selanjutnya menyarankan korban untuk merujuk ke rumah sakit secepatnya. Namun akibat racun sengatan tawon sudah menjalar ketubuh korban, akhirnya sekitar jam 23.00 WIB korban menghembuskan nafas terakhirnya.

“Sebenarnya saya sudah anjurkan agar korban segera di bawa ke rumah sakit,” ujarnya. “Namun entah alasan apa keluarga malah menundanya.”

Tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…