Kamis, 20 Mei 2010 10:37 WIB Internasional Share :

Krisis Thailand, dunia internasional serukan penyelesaian damai

Bangkok–Sekjen PBB, Ban Ki Moon mengecam kerusuhan di Thailand yang terus memakan korban jiwa. Pemimpin badan dunia itu menyerukan agar krisis tersebut diselesaikan dengan damai.

Hal itu disampaikan juru bicara PBB, Martin Nesirky. “Dia terus menyerukan agar semua langkah diambil oleh otoritas Thai dan para demonstran untuk menghindari kekerasan lebih jauh dan jatuhnya korban jiwa dan agar mengatasi masalah ini dengan damai,” kata Nesirky.

Ungkapan keprihatinan juga disampaikan pemerintah Amerika Serikat (AS). Washington sangat prihatin bahwa para demonstran ‘kaus merah’ terlibat dalam aksi pembakaran dan penyerangan.

“Dan kami mengutuk tindakan tersebut dan meminta para pemimpin mereka dan politikus oposisi terkait untuk mengimbau para pendukung mereka agar menghentikan tindakan tersebut,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Gordon Duguid seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (20/5).

Sedangkan presiden parlemen Uni Eropa Jerzy Buzek menegaskan rekonsiliasi antara pemerintah Thai dan demonstran merupakan keharusan.

“Saat ini Thailand memasuki periode di mana rekonsiliasi nasional bukan cuma opsi, tapi benar-benar keharusan,” kata Buzek dalam statemennya. “Terlalu banyak darah yang telah ditumpahkan di jalan-jalan Bangkok,” ujar Buzek.

Adapun pemerintah Brasil berharap situasi akan kembali cepat kembali normal. Sedangkan pemerintah Denmark menyerukan negosiasi dimulai secepat mungkin guna menghentikan kekerasan dan mengatasi masalah fundamental Thailand.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…