Kamis, 20 Mei 2010 19:15 WIB Issue Share :

Jejak sejarah Sang Maestro...

1 Oktober 1917: Gesang Martohartono dilahirkan di Kampung Kemlayan ,Surakarta.Gesang lahir dari pasangan pengusaha batik bernama Martodiharjo dari perkawinan dengan isteri keduanya.Gesang adalah anak kelima dari sepuluh bersaudara. Gesang mempunyai nama kecil Sutardi

1936: Gesang bergabung dengan grup musik keroncong lokal dan pentas di berbagi tempat.

1938: Gesang menciptakan lagu kali pertama berjudul Si Piatu

Lagu berisi kesedihan seorang anak yang tak mendapat kasih sayang orangtuanya itu, dibuat saat dia melihat kesedihan temanya yang lola (yatim piatu).

1940: Lagu legendaris Bengawan Solo lahir dari kreasi Gesang.lagu ini kemudian menjadi lagu terkenal baik di Indonesia dan luar negeri.

1941: Gesang menikah dengan seorang bernama Waliyah. Setelah 22 tahun berumahtangga, tahun 1963, mereka bercerai. Waliyah tidak memberinya keturunan

1942: Gesang ikut teater keliling Bintang Surabaya pimpinan Fred Young. Tugasnya menyanyi setiap terjadi pergantian babak ketika pementasan berlangsung.

1963: Gesang melakukan kunjungan ke Republik Rakyat Cina dan Korea Utara bersama Misi Kesenian Indonesia

1971: Kelompok Artis Safari yang bernaung di bawah panji Golkar di tahun 1971  membuat pertunjukan yang diberi nama Malam Bing Slamet dan Gesang di Taman Ismail Marzuki.

1973: Pemerintah Daerah Kotamadya Sala mengangkat Gesang sebagai Warga Kota Teladan kelas II. Surat Keputusan Walikotamadya No 71/Kep/1/73 tanggal 16 Juni 1973 ditandatangani Walikotamadya Kusnandar waktu itu.

1977: Gesang menerima penghargaan dari pemerintah atas dasar Keputusan Presiden No. 23 Tahun 1976 dan Keputusan Menteri P dan K No. 01/M/77. Untuk itu, Gesang, selain menerima lencana dan piagam juga mendapat Tabanas Rp 25 ribu.

1975: Gesang menciptakan lagu Caping Gunung, hingga saat ini lagu tersebut merupakan lagu terakhir yang diciptakan oleh Gesang.

1978: Gesang menerima penghargaan dari Organization for Industrial and Spirituil Cultural Advancemen (OISCA)

1984: Gesang tinggal menetap setelah mendapat rumah mungil di Perumnas Proyek Solo, Palur dari pemerintah Kota Solo pada tahun 1984.

1996: Gesang kembali bersama rombongan delegasi Kesenian PT Gema Nada Pertiwi mendapatkan kehormatan untuk tampil dalam “Malam Bengawan Solo” selama dua malam berturut-turut di kota Shanghai, Republik Rakyat Cina.

Pada tahun ini juga PT Penerbit Musik Pertiwi (PMP) mulai mengelola lagu-lagu Gesang termasuk menguruskan royalt dan hak cipta lagu atas nama Gesang.

September 2002: Gesang mengeluarkan album Rekaman bertajuk Keroncong Asli Gesang yang diproduksi PT Gema Nada Pertiwi (GMP) Jakarta.

18 Desember 2003: Maestro keroncong asal Kota Solo, Gesang mendapat anugerah Permata Award dari Bank Permata sebagai tokoh yang mempunyai kontribusi besar terhadap profesi yang ditekuninya

16 Desember 200: Gesang meraih penghargaan khusus pada kategori The Legend dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) Samsung Awards 2004

21 September 2005: Penyanyi dan pencipta lagu keroncong legendaris asal Solo, Gesang, terpilih sebagai satu-satunya seniman yang meraih penghargaan Special Achievement For A Lifetime dalam acara 1st Bali Music Award 2005.Penghargaan diberikan oleh Bali International Music Award (BIMA) atas karyanya yang melegenda.

19 September 2006: Gesang raih SOLOPOS Award.

6 April 2007: Gesang dirawat di Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo

2 Juni 2007: Wakil Presiden H Jusuf Kalla mengunjungi Gesang.

9 September 2007: Acara Nine to Nine Decade of Gesang bertajuk Konser Gesang Untuk Indonesia digelar di Stadion Manahan Solo berlangsung meriah.Sajian acara yang dihelat khusus untuk perayaan ulang tahun (Ultah) Ke-90 sang Maestro Keroncong Indonesia, Gesang Martohartono tersebut sekaligus menandai peresmian Kota Solo sebagai Kota Keroncong oleh Walikota, Joko Widodo (Jokowi).

2 Juni 2008: Gesang meraih Piala Metronome Tahun 2008, yang diberikan Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Indonesia (Pappri).

19 Oktober 2008: Gesang luncurkan album Karya Emas Gesang.

31 Agustus 2009: Hak cipta lagu-lagu milik maestro keroncong, Gesang Martohartono yang berjumlah 44 buah telah memiliki kekuatan hukum yang kuat. Pasalnya, seluruh karya Gesang telah tercatat di daftar umum ciptaan pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia

18 Januari 2010: Gesang  menjalani pemeriksaan prostat. Sang Maestro keroncong tersebut menjalani perawatan di rumah sakit PKU Muhammadiyah Solo sejak 16 Januari 2010, akibat penyakit prostatnya kambuh.

23 Januari 2010: Gesang  kembali masuk ke ruang ICU, RS PKU Muhammadiyah Solo karena mengalami gangguan pencernaan.

2 Maret 2010: Penyanyi balada asal Negara Paman Sam, Casey Grimes rela menempuh jarak ribuan kilometer hanya untuk bertemu Gesang di kediamannya, Jl Bedoyo V, Kemlayan RT 1/III, Solo.

13 Mei 2010: Gesang masuk ke rumah sakit.

20 Mei 2010: Gesang meninggal dunia

# LITBANG SOLOPOS dari berbagai sumber

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…