Kamis, 20 Mei 2010 17:18 WIB Karanganyar Share :

Dinsosnakertrans berangkatkan 500 TKI ke Malaysia

Karanganyar (Espos)–Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Karanganyar berencana memberangkatkan 500 tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia, akhir Mei. Mereka akan dipekerjakan di perusahaan perangkat elektronik Western Digital.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Karanganyar, Sumarno, menyebutkan TKI yang diberangkatkan merupakan lulusan SMK-SMK di wilayah setempat.  Mereka sebelumnya telah melalui proses seleksi yang digelar beberapa bulan lalu. Menurutnya, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri menjadi salah satu strategi penting pengurangan angka pengangguran yang diterapkan Pemkab.

“Sebenarnya periode pertama permintaannya sebanyak 1.000 orang tenaga kerja, tetapi baru bisa dipenuhi separuhnya atau 500 orang saja. Mereka akan berangkat akhir bulan ini (Mei-red) dan dijadwalkan mulai kerja Juni mendatang,” ungkapnya ditemui di sela-sela sebuah acara, Kamis (20/5).

Sumarno memaparkan, sampai Agustus 2010, secara keseluruhan total permintaan tenaga kerja dari Karanganyar untuk dikirim ke Malaysia mencapai 4.000 orang. Namun karena dipastikan sulit terpenuhi, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan dinas ketenagakerjaan kabupaten/kota lain di Soloraya.

“Kendala lain adalah umur yang belum sampai dan izin orangtua. Sesuai peraturan yang bisa berangkat sebagai TKI berusia antara 18 tahun sampai 32 tahun. Dari lulusan tahun ini, banyak yang belum genap 18 tahun, karena itu harus menunggu jika tetap ingin bekerja di Malaysia,” jelasnya menambahkan.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih, mengakui masih tingginya angka penangguran di wilayah setempat. Namun dalam berbagai kesempatan dia menyatakan Pemkab telah berupaya optimal mengatasi persoalan itu. Salah satunya dengan memaksimalkan peluang di perusahaan-perusahaan luar negeri yang dikenal memiliki kredibilitas baik dan bertanggung jawab terhadap tenaga kerja.

try

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…