Kamis, 20 Mei 2010 20:29 WIB Boyolali Share :

Diduga depresi, dua warga Boyolali nekat gantung diri

Boyolali (Espos)–Diduga mengalami depresi dua warga di Boyolali nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Mereka melakukan aksi nekat tersebut di dua tempat berbeda.

Seorang warga Dukuh Gondang, Desa Jelok, Cepogo, Slamet Haryanto, 47, tewas setelah gantung diri menggunakan seutas tali dari bambu, Kamis (20/5) di kandang ternak rumahnya. Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat itu salah seorang kerabat korban, Suti, 30, hendak mengambil air wudhu untuk melaksanakan Salat Subuh. Saat melintas di dekat kandang ternak, saksi melihat korban sudah menggantung di blandar kandang. Saksi kemudian berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar kemudian melaporkan kejadian itu ke Muspika Cepogo. Camat Cepogo, Arif Wardianta membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan, tambahnya, korban murni bunuh diri. “Korban kemudian kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Diduga korban depresi,” jelasnya.

Sementara, sehari sebelumnya, seorang warga Dukuh Bontitan RT 3/VII, Desa Kopen, Teras, Badriyah, 42, tewas setelah gantung diri di dapur rumahnya. Informasi yang dihimpun Espos, menyebutkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat suami korban Pardi, 42, akan menjalankan Salat Subuh, mendapati korban tidak berada di tempat tidur. Kemudian Pardi berusaha mencari korban di bagian dapur rumahnya. Saat membuka pintu dapur, Pardi menemukan istrinya telah tewas menggantung di blandar rumahnya.
Camat Teras, Ning Martuti menyatakan dari hasil pemeriksaan diketahui korban nekat, karena diduga mengalami depresi. “Hal itu diperkuat adanya hasil pemeriksaan dari RSUD Wedi Klaten. Keluarga korban juga telah terima dan membuat pernyataan, kalau korban meninggal karena bunuh diri,” pungkas dia.

fid

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…