Kamis, 20 Mei 2010 18:00 WIB Solo Share :

Car free day pasti 30 Mei

Solo (Espos)–Pengguna jalan yang hendak melintas Jl Slamet Riyadi harus memutar otak saat diberlakukannya Car free day. Pasalnya, di sepanjang jalan dari Purwosari hingga Gladak, hanya dua persimpangan jalan yang dibuka, yakni Perempatan Gendengan dan Perempatan Nonongan.

Arus kendaraan bermotor pribadi dari arah barat menuju Palur atas Sragen diarahkan melalui Jl A Yani. Sedangkan, kendaraan menuju Sukoharjo, dialihkan melalui Jl Agus Salim. Selain mengalihkan arus lalu lintas, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga menyiapkan 15 kantung parkir di sepanjang Jl Slamet Riyadi.

Penjelasan tersebut, disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Yosca Herman Soedrajat, dalam pemaparan dihadapan puluhan stakeholder yang berpotensi terkena imbas atas diberlakukannya program Car free day, di Bale Tawangarum, kompleks Balaikota Solo, Kamis (20/5).

Herman, panggilan akrabnya, mengatakan pihaknya akan mengerahkan seluruh petugas Dishub untuk mengamankan pemberlakukan program tersebut, yang rencananya di-launching, 30 Mei mendatang. Selain Dishub, kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) juga turut membantu.

Sementara itu, sesuai janjinya, Herman menerangkan saat berlangsungnya Car free day, masyarakat mendapat kesempatan memanfaatkan Jl Slamet Riyadi untuk empat jenis kegiatan, yaitu olah raga, edukasi, seni dan budaya serta entertainment alias hiburan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto, yang juga hadir dalam pemaparan program Car free day, meyakini kendati menjumpai beberapa kendala, program tersebut tetap akan diberlakukan 30 Mei, sesuai rencana.

Keyakinan atas pemberlakukan Car free day pada 30 Mei mendatang, juga ditegaskan Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi). “Pasti 30 April. Saya yakin. Tadi sudah saya sampaikan, dan tidak ada yang keberatan. Siap semua,” tandasnya.

15 Kantung parkir disiapkan:

Halaman Stasiun Purwosari, Telkomsel, Diamond, Kota Barat, Solo Grand Mall, Kalitan, Jl dr Cipto, Stadion R Maladi, Jl Museum, Jl dr Supono, Jl Honggowongso, lahan parkir Beteng, Jl Imam Bonjol, Jl Teuku Umar, Jl Kartini.

Pembagian segmen:
– Segmen I : Purwosari-Simpang 3 Sriwedari –> olahraga
– Segmen II : Depan Stadion Sriwedari-Perempatan Pasar Pon –> edukasi
– Segmen III: Perempatan Pasar Pon-Perempatan Nonongan –> seni dan budaya
– Segmen IV : Perempatan Nonongan-Bundaran Gladak

Pembagian lajur di jalan:

1. Jalur lambat: khusus kendaraan tidak bermotor
2. Jalur cepat, dibagi dalam 5 lajur:
a. Lajur 1 (paling kiri)–> kendaraan umum bermotor (BST, bus umum, ambulan, mobil pemadam kebakaran)

b. Lajur 2, 3, 4 –> dipusatkan untuk kegiatan masyarakat

c. Lajur 5 (paling kanan, dekat rel kereta api) –> dikosongkan untuk lewat kereta api. Kereta Api Feeder Solo-Wonogiri melintas sekitar pukul 08.00 WIB.

tsa

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…