Kamis, 20 Mei 2010 13:10 WIB News Share :

Anggota dewan NTT pinjam uang APBD Rp 7,6 M

Jakarta–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun anggaran (TA) 2009/2010 meminjam dana sebesar Rp 7,6 miliar untuk membeli mobil bagi 55 anggota dewan tersebut.

Anggota dewan diberikan pinjaman untuk membeli mobil sebesar Rp 200 juta, per anggota dewan. Dengan catatan dana tersebut dikembalikan ke kas daerah dengan bunga. Sebanyak 38 anggota dewan yang meminjam dan memanfaatkan dana itu untuk pengadaan mobil.

“Itu dana APBD yang kita pinjam untuk membeli mobil. Toh, dana itu kita kembalikan ke kas daerah,” kata Anggota DPRD NTT, Syahlan Kamahi di Kupang, Kamis (20/5). Mobil yang sudah dibeli para anggota DPRD yakni Avanza, Rush, Inova, Panther, dan lainnya.

Dana tersebut, menurut dia, sudah melalui persetujuan DPRD dan pemerintah daerah, dan nomenklaturnya jelas. Namun, ia enggan menjelaskan tentang nomenklatur peminjaman dana untuk beli mobil tersebut.

Peminjaman dana itu, kata dia, dalam rangka efisiensi anggaran, sehingga pemerintah tidak perlu lagi membeli kendaraan dinas bagi anggota dewan dengan biaya operasional yang sangat besar. “Jika beli kendaraan dinas, maka biaya operasionalnya sangat besar, seperti biaya perawatan, sopir, dan lainnya,” kata dia.

Dia mengatakan, anggota dewan adalah pejabat negara yang harus mendapat fasilitas dari negara untuk melaksanakan tugas demi kepentingan rakyat.

Hal senada juga diungkapkan, anggota DPRD NTT lainnya, Somie Padie. Ia mengatakan dana itu dipinjam oleh anggota DPRD NTT dengan catatan dikembalikan dengan cara pemotongan gaji selama 48 bulan.

Hanya, ia tidak menyebutkan berapa besar gaji dewan yang dipotong. “48 bulan kita kembalikan dana itu ke pemerintah daerah,” kata dia.

tempointeraktif/ tiw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…