Kamis, 20 Mei 2010 13:30 WIB News Share :

60% Pengguna Facebook ingin berhenti

Jakarta–Kekhawatiran soal privasi berdampak besar pada pengguna Facebook. Sekitar 60% dari 1588 pengguna yang diwawancarai oleh Sophos, ingin mengakhiri keanggotaan mereka di situs jejaring sosial itu.

Sekitar 16% mengatakan bahwa mereka telah berhenti menggunakan Facebook karena merasa kurang miliki kendali atas data pribadi mereka. Sementara seperempat lainnya mengatakan tidak akan berhenti dari situs jejaring sosial yang saat ini telah miliki lebih dari 500 juta pengguna ini.

Facebook telah menerima banyak kritik beberapa pekan ini, atas kompleksitas pengaturan privasi mereka. Pengguna harus terbuka untuk bertukar beberapa informasi dengan pihak ketiga.

Meskipun Facebook tampaknya akan meninjau ulang soal aturan privasi ini dalam beberapa hari mendatang, namun mungkin tidak akan cukup untuk menghentikan kampanye online ‘bunuh diri’ massal Facebook pada 31 Mei. Ribuan pengguna siap memutuskan untuk menghapus akun mereka.

“Poling ini menunjukkan mayoritas pengguna muak dengan kurangnya kontrol dari Facebook kepada pengguna atas data mreka,” kata Graham Chiley, konsultan teknologi senior di Sophos.

“Sebagian besar tidak mengetahui bagaimana membuat pilihan privasi Facebook secara aman, dan keseluruhan sistem membingungkan. Apa yang dibutuhkan adalah bagian fundamental untuk bertanya pada pengguna lebih banyak untuk ‘membagi’ informasi, dibandingkan untuk ‘membatasi’.”

“Penghentian besar-besaran di Facebook tampaknya tidak terlalu disukai, namun pengguna secara jelas begitu tertarik untuk mengetahui siapa saja yang melihat data mereka. Individu menggunakan Facebook untuk bertukar informasi pribadi dan tampak tidak suka untuk mengetahui, rencana liburan, nomor ponsel, tampil begitu saja di seluruh jaringan internet.

Inilah.com/isw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…