Rabu, 19 Mei 2010 14:41 WIB News Share :

Video paling seksi marak di Facebook

Jakarta–Sophos melaporkan ribuan user Facebook telah tergoda kiriman video yang disebut paling seksi. Video itu mengusung tampilan perempuan bersepeda mengenakan kaus pendek.

Berdasarkan perusahaan keamanan itu seperti dikutip Inilah.com, Rabu (19/5), ribuan pengguna jejaring sosial mengatakan film yang diklaim sebagai ‘video paling seksi’ ini tampak sebagai kiriman dari Facebok teman mereka.

Pesan yang mengikuti video ini adalah “tanpa keraguan lagi, ini adalah video paling seksi dari sebelumnya! :P :P :P Kamera Tersembunyi (HQ) 3:17”. Video itu mengusung tampilan perempuan menggunakan sepeda dengan mengenakan kaus pendek.

Namun, saat ingin membuka video ini maka akan keluar peringatan tidak dapat diputar, kecuali mengunduh software yang sesuai. Tapi software yang didownload malah mengirim adware ke PC korbannya.

“Anda mungkin ingin menonton video seksi ini, namun Anda akhirnya berakhir dengan gangguan iklan pop-up,” kata Graham Cluley, konsultan teknologi senior di Sophos.

“Tidak hanya adware terinstal di komputer Anda, tetapi aplikasi Facebook yang mengganggu juga ikut tampil di pesan yang sama, pada seluruh akun teman Anda. Tidak mengejutkan jika teman Anda mungkin membuka film yang sama saat ini, yang mengira Anda adalah orang yang mengirim ini kepada mereka.”

Cluley mendesak pengguna untuk tidak membuka link ini dan mengatakan bahwa siapapun yang terserang sebaiknya melakukan scan dengan software antivirus, mengganti pasword kemudian menghapus aplikasi tersebut dari profil Facebook mereka.

“Lebih dari 70% pengguna Facebook melaporkan telah terserang malware dari situs ini tahun lalu, dan masalah ini tampaknya semakin memburuk,” tambah Cluley.

“Pengguna jejaring sosial harus mulai belajar untuk tidak terjebak dengan trik melalui jaringan sosial yang sederhana, namun efektif di masa depan.

isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…