Rabu, 19 Mei 2010 15:00 WIB Wonogiri Share :

Dibiarkan rusak, jalur antarprovinsi rawan pemalakan

Wonogiri (Espos)–Anggota DPRD Wonogiri dan eksekutif mendesak agar Dinas Bina Marga Provinsi Jateng segera membangun kembali ruas jalan di Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri yang amblong. Pembiaran yang berlarut-larut dikhawatirkan memunculkan tindak pemalakan, karena situasi jalan di malam hari sangat sepi dan gelap.

Munculnya pemalakan dimungkinkan karena semua kendaraan yang melintas di jalur utama antarprovinsi itu harus antre memanjang seperti ular. Saat ini, Rabu (19/5) di lokasi kerusakan jalan telah dijaga oleh warga sekitar. Sementara lobang yang bisa menjerumuskan motor berikut pengendaranya itu diberi pengaman seperti pagar.

Pernyataan itu disampaikan anggota DPRD Wonogiri asal Purwantoro, Gatot Riyomo, Rabu. “Amblong-nya ruas jalan beraspal itu sudah dua hari ini dan kami juga telah melaporkan ke Dinas Bina Marga Jateng. Menurut kami, perbaikan sangat mendesak karena merupakan jalur utama, apalagi di sekitar lokasi ada mandor dari bina marga provinsi,” ujarnya.

Dia berharap, Kamis besok (20/5) sudah bisa dilakukan perbaikan sehingga jalur kembali pulih. “Kalau dimanfaatkan preman untuk memalak, sangat tidak menguntungkan. Warga yang berjaga-jaga di sekitar lokasi tergerak untuk melakukan penjagaan karena pertimbangan rasa sosial, ingin membantu pengguna jalan agar tidak terperosok. Mereka tidak memasang pungutan. Kalau semakin lama, bisa saja muncul pemalak yang mengambil keuntungan karena jalan itu merupakan jalur utama dan padat.”

Kades Tunggur, Slogohimo, Titik S Suyatni mengatakan jalan amblong belum ditutup dan masih ambrol separo jalan. Ditambahkan Camat Slogohimo, Budi Susilo saat ditemui Espos di sela-sela menghadiri acara silaturahmi eksekutif, legislatif dan tokoh masyarakat dalam rangka Hari Jadi ke-269 Pemkab Wonogiri mengatakan sudah melaporkan kerusakan itu ke Bupati dan dinas terkait.

“Kami minta secepatnya dilakukan perbaikan dan pengaspalan. Jalur itu sangat fital dan rentan tindak kejahatan karena berada di lokasi sepi dan banyak tikungan.”

Mantan Camat Puhpelem dan Kismantoro ini menyatakan, saat ini warga telah bergotong royong melakukan pembuatan pagar pengaman dan penjagaan di sekitar lokasi. Diberitakan, kendaraan di jalur Wonogiri-Ponorogo, Jawa Timur harus antre satu per satu jika melintas di ruas jalan Desa Tunggur, Slogohimo. Lokasi yang berdekatan dengan perbatasan Kecamatan Purwantoro itu, amblong sebesar drum.

Kabag Pembangunan Pemkab Wonogiri, Sungkono juga mengaku secepatnya melakukan koordinasi dengan bina marga provinsi. Diakuinya, daerah tersebut sepi dan gelap karena kurang lampu penerangan.

tus

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…