Rabu, 19 Mei 2010 14:32 WIB Internasional Share :

Bentrokan Bangkok, sudah 300 WNI dipindahkan

Jakarta–Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, Thailand, memindahkan 300 warga negara Indonesia dari tempat tinggal mereka yang berdekatan dengan lokasi bentrok ke tempat yang lebih aman.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Teguh Wardoyo, Rabu (19/5). “Hingga kemarin sore KBRI memindahkan 300 WNI ke tempat yang lebih aman karena kediaman mereka dekat dengan lokasi bentrok,” katanya di Jakarta.

Teguh mengatakan, WNI yang dipindahkan itu adalah para diplomat dengan keluarganya serta kaum profesional yang bekerja di Thailand, termasuk WNI yang menikah dengan warga Thailand. “Mereka dipindahkan ke sekitar Wat Arun yang relatif lebih aman dan jauh dari lokasi bentrokan,” katanya.

Menurut Teguh, Pemerintah Indonesia belum mengetahui kapan akan mengizinkan para WNI itu kembali ke tempat tinggalnya. “Kami lihat perkembangan di lapangan,” ujarnya seraya berharap agar konflik tidak meluas.

Teguh juga belum dapat memastikan apakah akan ada tambahan WNI yang dipindahkan dari lokasi di sekitar konflik.

Ia menjelaskan, jumlah total WNI di Thailand sekitar 1.773 orang. Sementara yang tinggal di Bangkok dan sekitarnya berjumlah 1.504 orang. Sebagian besar WNI yang dipindahkan merupakan penghuni apartemen di Pecthburi Road.

Sementara itu, WNI diimbau menghindari daerah-daerah yang rawan kerusuhan di Kota Bangkok, yakni Witthayu, Rachaprarop, Pratunam, Petchburi, Silom, Bon Kai, Sathorn, Din Daeng, Lumpini Park, dan Sala Daeng.

Teguh juga mengatakan, sekalipun Bangkok memanas dengan adanya penindakan keras militer Thailand terhadap para pengunjuk rasa kelompok “kaus merah”, KBRI di Bangkok tetap beroperasi. “KBRI tetap buka dan memberikan pelayanan bagi WNI yang membutuhkan,” katanya.

kompas.com/ tiw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…